Rabu sore ini Romo Kebet diajak Pak Dimas, salah satu umatnya, pergi memancing di sebuah danau di tepian kota. Kesempatan seperti ini memang jarang sekali didapatkan Romo Kebet, apalagi mengingat tugas pelayanannya sebagai pastor paroki yang begitu padat. Memancing adalah salah satu hobi Romo Kebet sejak Kecil.
Dengan menggunakan mobil tuanya, segera Pak Dimas, Romo Kebet, dan seorang teman Pak Dimas bernama Pak Robert pergi dari Pastoran menuju danau. Sesampai di tepian danau, Pak Dimas segera memindahkan peralatan pancing dari dalam mobil ke perahu motor yang telah disewanya. Tak menyianyiakan kesempatan, sesampai di spot pemancingan yang dikira banyak ikan berkumpul, Romo Kebet memasang peralatan pancing dan umpannya. Romo Kebet begitu bersukacita dan menikmati momen ini.
“Ayoo Pak Robert! Pak Dimas, tunggu apa lagi?! Ayoo pasang umpannya! Semoga kita dapat ikan yang banyak. hahahahah,” kata Romo Kebet penuh semangat. “Siapp Romo! Aminn,” kata Pak Robert. Trio pemancing ini begitu bersemangat untuk menyelamatkan ikan-ikan yang tenggelam di danau ini dan membawanya ke daratan.

Benar saja, tak selang lama, joran pancing Pak Robert disambar ikan danau yang cukup besar. “Wahh, maap yaa Romo, saya nyolong start dapat ikannya,” celetuk Pak Robert. “Iyaa, tidak masalah. Nanti saya dapat lebih besar dari punya bapak. Rejeki anak soleh kan berbeda,” kata Romo Kebet yang masih optimis bakalan dapat ikan.

Setelah hampir sepuluh menit, giliran umpan Pak Dimas yang disambar ikan. Pak Dimas dengan semangat “menyelamatkan” ikan tersebut. Sore itu hanya umpan pancingan Pak Robert dan Pak Dimas yang disambar ikan. Ntah apa yang salah dari pancingan Romo Kebet. Sepertinya ikan-ikan itu sedang tidak berpihak pada Romo Kebet.

Tentu saja ini menjadi bahan candaan Pak Robert dan Pak Dimas kepada Romo Kebet. “Mo, maap yaa Mo. rezekinya kami ambil,” celetuk Pak Dimas yang senang ngeledekin romo parokinya. “Iyaa, tidak masalah Pak. Terkadang itulah pentingnya kita berdoa. Kalau kita mendapatkan ikan, kita tidak sombong dan kalau kita tidak dapat ikan, kita tidak merasa kecewa dan berkecil hati,” balas Romo Kebet tersenyum.

Mendengar itu, Pak Robert dan Pak Dimas pun terdiam karena tidak mau dibilang sombong lalu nyeletuk, ”Memang sulit kalo becandain Romo!” Romo Kebet pun tertawa mendengar itu. (bud)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *