Setiap tahun, Gereja Katolik menjadikan Bulan September sebagai Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN). Pada bulan itu, umat Katolik diajak untuk lebih tekun membaca Kitab Suci. Ini sejalan dengan anjuran Konsili Vatikan II (1962-1965), terutama dalam dokumen “Dei Verbum”, sebuah konstitusi dogmatis tentang wahyu ilahi.

Dalam dokumen itu, para bapa konsili menganjurkan umat Katolik untuk tekun membaca dan merenungkan Kitab Suci. Para bapa konsili juga meminta agar Gereja membuka lebar-lebar ‘jalan masuk’ menuju Kitab Suci, artinya, membantu umat untuk semakin akrab dengan Kitab Suci, dengan berbagai cara dan upaya. BKSN merupakan salah satu ‘jalan masuk’ menuju Kitab Suci.

BKSN selalu mengusung tema khusus tertentu setiap tahun. Untuk tahun 2023 ini, Lembaga Biblika Indonesia (LBI), sebuah lembaga dalam Gereja Katolik yang bergerak dalam bidang kerasulan Kitab Suci, mengusung tema, “Allah Sumber Kasih dan Keselamatan”. Tema itu didasarkan pada Kitab Yunus dan Kitab Yoel, yang merupakan bagian dari 12 kitab nabi-nabi kecil.

Disebut nabi-nabi kecil bukan karena postur badan para nabi ini kecil, dan juga bukan karena pengaruh para nabi ini tidak signifikan. Sebutan “12 nabi-nabi kecil” merujuk pada kenyataan bahwa kitab ke-12 nabi ini tipis. Tetapi, walaupun kitabnya tipis, kitab-kitab 12 nabi ini pada umumnya tidak terlalu dikenal oleh umat. 

Maka, ada upaya Gereja Katolik untuk “mengumatkan” kitab-kitab ini. Tahun 2022, kita sudah mendalami Kitab Yunus dan Kitab Hosea. Tahun ini, sebagai lanjutannya, kita akan mendalami Kitab Yunus dan Kitab Yoel.
Apa saja kegiatan yang bisa kita laksanakan untuk mengisi BKSN? Yang paling pokok tentu saja adalah membaca Kitab Suci, khususnya Kitab Yunus dan Kitab Yoel. Paling baik jika umat sendiri secara pribadi membaca kedua kitab tipis ini secara utuh, dari awal hingga akhir. Kemudian umat juga diundang mengikuti pertemuan rayon atau lingkungan agar dapat membaca dan merenungkan kedua kitab ini secara bersama-sama.

Selain itu, untuk mengisi BKSN tahun ini, Komisi Kateketik Keuskupan Padang juga mengadakan dua perlombaan tingkat keuskupan, yakni Lomba Mengisi Teka Teki Silang (TTS) dan Lomba Mewarnai Gambar. Paroki-paroki tentu juga dapat mengisi BKSN dengan berbagai kegiatan lain di tingkat paroki. Bisa dipikirkan misalnya kegiatan “pasar malam Kitab Suci”. Dalam kegiatan ini, bisa digelar macam-macam permainan yang ada hubungannya dengan Kitab Suci, dan bagi yang menang tentu ada hadiah. Untuk bisa memasuki arena pasar malam ini, orang harus menjawab satu dua pertanyaan tentang Kitab Suci. Jika dia tidak tahu, dia bisa bertanya pada orang yang tahu. Ini sekedar lontaran ide.

Terakhir, jangan dilupakan kegiatan kolekte pada Hari Minggu Kitab Suci Nasional (HMSKN), yaitu hari Minggu yang membuka BSKN. Kolekte itu digunakan untuk membiayai karya-karya di bidang kerasulan Kitab Suci, antara lain pengadaan Kitab Suci dengan harga yang disubsidi.

(Fransiskus Hendri Khomar – Komisi Kateketik Keuskupan Padang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *