Sekolah Swasta Yosef Arnoldi merupakan sekolah Katolik yang berada di daerah Baganbatu, Riau. Sekolah ini bagian dari Yayasan Prayoga Riau di bawah naungan Keuskupan Padang, serta mendapatkan Surat Izin mendirikan bangunan pada 16 Mei 1994. Sekolah ini sebagai misi Gereja bersama umat. Salah satu pendirinya Bapak Damianus Satu BA (alm) sebagai Kepala SD dan juga Kepala Koordinator Sekolah Yosef Arnoldi (1994-2011). Pertama kali dibuka SD Yosef Arnoldi (1994). Setelah itu dibuka TK (1997), SMP (1996), dan SMA Swasta Yosef Arnoldi (2009).

Sejak 1 Juli 2023, Katerina Aprillia Sigalingging, S.S menjabat Kepala Taman Kanak-Kanak (TK) Yosef Arnoldi. TK ini memiliki empat tenaga pendidik. Saat dihubungi GEMA, didapat informasi, terdapat 58 murid TK saat ini. Program unggulan TK Yosef Arnoldi: mulai tahun ini (2023), diupayakan agar murid bisa berbicara Bahasa Inggris. Selain itu, murid belajar menggunakan proyektor komputer dalam proses pembelajaran berbasis IT (Information Technology).

Di Kecamatan Bagan Sinembah ini, TK ini merupakan satu-satunya TK yang menggunakan pronyektor komputer. Di mata masyarakat, TK Yosef Arnoldi masih yang terbaik kualitas pendidikannya. “Saya percaya TK ini pilihan terbaik! Semoga para orangtua dan semua stakeholder memercayakan anaknya kepada kami! TK Yosef Arnoldi salah satu sekolah dengan pelayanan yang terbaik. TK ini mempunyai visi yaitu mewujudkan anak usia dini yang beriman, mandiri, bertanggung jawab, cerdas, ceria, kreatif serta siap memasuki jenjang berikutnya!” tandas Katerina. Sementara itu, Kepala SD Yosef Arnoldi sejak 1 Juli 2023, Citra Winda Butar-Butar, S. Pd mengungkap, “Pada tahun pelajaran 2023-2024, terdapat 473 siswa serta 20 tenaga pendidik. Jumlah siswa kita terus meningkat dari tahun ke tahun.

Sekolah menerapkan Kurikulum Merdeka yang ditetapkan pemerintah. Selain itu, sekolah mempunyai program unggulan lewat jalur ekstrakurikuler dan bina prestasi. Hal ini telah dilakukan setiap tahun. Program Bina Prestasi terdiri dari Bina Prestasi Sains, Bahasa Inggris, dan Matematika.”

Citra mengabarkan bahwa salah satu murid kelas VI A SD, Shinta Sinaga, berhasil meraih peringkat pertama pada Olimpiade Sains Nasional (OSN) Provinsi Riau Bidang Studi IPA. “Itulah salah satu keberhasilan sekolah dari Program Bina Prestasi. Begitu pun pada Program Pencak Silat, seorang murid kita, Nethani Sembiring, menang di tingkat provinsi (2023). Ini bagian dari program unggulan ekstrakurikuler. Kita terus menggali bakat murid-murid. Hal ini sejalan dengan visi SD Yosef Arnoldi yakni Menjadi sekolah modern yang beriman cerdas berdaya saing dan berkarakter pada tahun 2030,” ucapnya.
Koordinator Wilayah Baganbatu Sekolah Swasta Yosef Arnoldi, Ernesta Br. Barus, S.Pd yang juga Kepala SMP Swasta Yosef Arnoldi sejak 1 Juli 2023 mengungkap awal mula ‘kehadiran’ sekolah Yosef Arnoldi. “Saat pertama kali, tidak luput adanya kunjungan ke gereja dan kumpulan marga dalam kerangka merekrut murid baru. Gereja sangat berperan dan terlibat langsung dalam berdirinya sekolah. Pastor yang sangat berperan adalah Pastor Egi Parera, Pr.

Masyarakat dan umat pun sangat mendukung pendirian SMP Yosef Arnoldi, bahkan ikut dalam merekrut siswa baru, antara lain Bapak M. Simarmata, Bapak W. Haloho, Bapak C.H. WH Siregar, Ibu Formen, dan Bidan Lerbi. Nama-nama tersebut terlibat langsung dalam panitia penerimaan siswa baru. Dari tahun ke tahun, SMP Yosef Arnoldi semakin berkembang. Jumlah siswa makin bertambah. Banyak prestasi akademik maupun non-akademik diraih. Walau demikian, promosi untuk merekrut siswa baru tetap diadakan, secara on-line maupun off-line,” katanya.

Ernesta membeberkan sejarah berdirinya SMP Yosef Arnoldi yang ditandai dengan penerimaan siswa baru pada 1 Juli 1996. Saat itu, lanjutnya, terdapat 60 murid angkatan pertama dan 5 guru. Damianus Satu sebagai kepala sekolah pertama dan juga Guru Agama Katolik. Selain itu, Ibu Lamra Malau, S.Pd sebagai guru IPA, Matematika dan Kesenian, Bapak Daniel Panjaitan sebagai guru Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Olah Raga, Ibu Veronika Nurhidayati, S. Pd sebagai guru IPS dan PMP, dan Bapak Antonius Pratala Kinardi sebagai Tenaga Pramu. Persetujuan Pendirian SMP Swasta Yosef Arnoldi diperoleh setahun kemudian (1997).

Tantangan Tersendiri

Pada awal pendirian SMP Yosef Arnoldi, sambung Ernesta, kondisi gedung dan ruang kelas sangat terbatas. Hanya terdapat satu ruang kelas, satu kantor, satu kantor tata usaha, dan tiga kamar mandi. “Tanah sekolah milik Keuskupan Padang. Saat itu, akses jalan masih sulit, banyak tanah berlobang, dan penduduk masih jarang di sekitar lingkungan sekolah baru. Pun, sangat minim dukungan pemerintah pada awal pendiriannya. Surat izin operasional sekolah pun terlambat dikeluarkan, Desember 1997,” tutur Ernesta.

Sementara itu, didapat informasi mengenai SMA Yosef Arnoldi Baganbatu. Terdapat 10 ruang kelas, satu ruang laboratorium IPA, satu ruang laboratorium komputer, satu ruang perpustakaan, dua ruang sanitasi guru, dua ruang sanitasi siswa. Pada tahun pelajaran 2023-2024, terdapat 181 pelajar di sekolah ini yang dilayani 12 tenaga pendidik.

Terkait kegiatan unggul Sekolah Swasta Yosef Arnoldi saat ini, Ernesta menyatakan, “Berlangsung ekstrakurikuler terhadap minat bakat pelajar; misalnya Pramuka, drumband, Retret/Pembinaan Iman, Sepak Bola, Futsal, Pencat Silat, Panjat Tebing, dan Pembelajaran Berbasis IT. Sebelum Pandemi Covid-19, Rovin Simarmata, pelajar SMP Yosef Arnoldi pernah meraih Juara I Panjat Tebing Tingkat Nasional (2019). Sekolah selalu memberi apresiasi kepada siswa berprestasi; misalnya mendapat keringanan uang sekolah sesuai kondisi ekonomi keluarga.”

Ernesta mengungkap kendala yang dihadapi. “Selain keberadaan sekolah negeri yang gratis pembiayaan, juga banyak sekolah swasta yang menerapkan biaya murah. Tentu, hal ini menjadi tantangan tersendiri. Sejauh ini kepercayaan masyarakat terhadap kualitas sekolah kita masih diakui, terkhusus di Kecamatan Bagan Sinembah Baganbatu. Untuk guru-guru muda butuh bimbingan dan belajar lebih. Di sinilah guru senior dan yunior saling berkolaborasi.”

Koordinator Sekolah Swasta Yosef Arnoldi Baganbatu ini menambahkan, “Yayasan Prayoga Riau memfasilitasi berbagai pelatihan maupun seminar dalam menghadapi tantangan tersebut. Kita selalu mencari solusi. Sekolah-sekolah kita juga fokus pada pembentukan karakter melalui Bimbingan Konseling (BK). Jarak tempuh sekoalh dengan rumah murid TK dan SD relatif terjangkau, karena masih di sekitar Baganbatu. Sementara, pelajar SMP dan SMA umumnya berasal dari perkebunan kelapa sawit . Orangtua murid menghendaki adanya asrama sekolah. Hanya saja, hingga kini, belum ada asrama yang dimaksud.”

Sebagai solusi, sambung Ernesta, tujuh belas pelajar perempuan (SMP dan SMA) menggunakan asrama guru. “Untuk pelajar laki-laki, belum ada asrama, namun bisa memanfaatkan kost-an yang terdapat di dekat sekolah. Saya yakin bila ada asrama sekolah, jumlah pelajar bakal bertambah banyak dan sekaligus bisa membantu pelajar dari luar daerah,” tandasnya.

Ia berharap sekolah-sekolah dalam Koordinatorat Wilayah Baganbatu ini maju di masa mendatang. “Dengan pendidik dan tenaga kependidikan yang memberi hati dan pelayanan lebih. Setiap program-program yang direncanakan dan disusun setiap unit sekolah berfokus/berorientasi pada kebutuhan siswa. 

Ketika stakeholders dan kebutuhan anak-anak didik terpenuhi, orangtua puas dengan pelayanan kita. Saya yakin, sekolah-sekolah kita tetap eksis di tengah banyak tantangan. Semoga Yayasan Prayoga Riau mendukung, memenuhi standar fasilitas dalam proses pembelajaran murid. Bagi orangtua dan wali murid yang mau menyekolahkan anaknya di Yosef Arnoldi dan SD Don Bosco Balam, jangan ragu! Pastilah program-program yang sudah dirancang sesuai harapan kita. Anak-anak kita yang bersekolah di sini sukses masa depannya. Jangan pernah ragukan kualitas sekolah kita!” ucap Ernesta mengakhiri perbincangan. (ben/bud)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *