PADANG – “Sebagai generasi penerus bangsa, murid SD Tirtonadi Padang bisa mencontoh sikap dan teladan para pahlawan. Caranya, dengan belajar yang baik, menjadi anak yang baik, mengikuti arahan guru, hormat pada guru dan orangtua, serta mencintai sesama. Juga, tumbuhkanlah jiwa dan sikap mencintai Republik Indonesia, apalagi di negara ini kita lahir tumbuh dan berkembang untuk meraih cita-cita negara Indonesia yang makmur dan sejahtera,” ucap Komandan Detasemen Polisi Militer (Dandenpom) 1/4 Padang, Letkol CPM Rajiman Saragih, S.H., Kamis (17/8).

Hal tersebut disampaikan Rajiman Saragih saat bertindak sebagai Inspektur Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-78 Kemerdekaan Republik Indonesia di halaman SD Tirtonadi Padang. Upacara berlangsung lancar dan khidmat. Usai upacara, kepada GEMA, Rajiman berterima kasih atas undangan sekolah.”Saya gembira pada anak-anak yang akan menerima warisan nilai-nilai luhur perjuangan para pahlawan. Dengan delegasi nilai-nilai luhur tersebut, sikap dan mental anak pewaris masa depan terbentuk kecintaan terhadap bangsa dan negaranya. Inilah modal bagus meraih kejayaan masa depan bangsa, yang juga mesti dimiliki murid SD Tirtonadi,” ucapnya.

Rajiman memilih menjadi Inspektur Upacara di SD Tirtonadi meski mendapat beberapa undangan yang sama di tempat lain pada hari yang sama. Rajiman mengaku sangat senang berada di tengah anak-anak. “Semoga kesempatan ini menjadi kesempatan sangat berharga bagi masa depan anak-anak pewaris masa depan,” ujarnya.

Sementara itu, Michael Petro, murid kelas V SD Tirtonadi mengaku senang dan bangga karena dipercaya sebagai pemimpin upacara. “Walaupun kepanasan saat latihan, ada rasa malas dan lelah tetapi saya selalu bersemangat hingga hari ini berjalan dengan lancar. Saya berharap bangsa Indonesia semakin maju dan begitu juga di sekolah kami, SD Tirtonadi,” ucapnya.

Pada kesempatan sama, Kepala SD Tirtonadi, Teresia S.Pd mengungkap persiapan yang dilakukan sejak minggu pertama Agustus 2023. “Kami menyiapkan dan merencanakan peringatan HUT ke-78 Kemerdekaan Republik Indonesia ini. Persiapan pengibaran bendera merah putih ini dengan pembentukan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) berjumlah sembilan pasukan. Begitu pun dengan dramband. Tata pakaian diatur sedari awal. 

Mulanya, ada keberatan orangtua, tetapi kita buka peluang supaya pakaian yang dikenakan tidak harus seragam paskibraka. Yang penting berwarna putih! Orangtua pun termotivasi. Kami berlatih. Pelatih dari Bintara Pembina Desa (Babinsa) untuk pasukan paskibra, serta dari Denpom untuk melatih pasukan pemusik. Latihan hanya dua kali,” ucapnya.

Selain menumbuhkan semangat kebangsaan, sambung Theresia, kegiatan ini bertujuan mempromosikan sekolah Tirtonadi agar semakin dikenal dan diminati masyarakat, terutama masyarakat setempat. “Orangtua juga percaya bahwa anaknya dididik disini dengan aplikasi pendidikan yang benar. Kita lihat tadi pasukan sembilan gerakan badan kompak, segi musik kita ajarkan betul-betul ada wujudnya dalam bentuk drumband, dari segi mengkomunikasikan menjadi protokol yang baik dan bisa membaca undang-undang dengan lancar. Hal ini dapat mendidik karakter anak agar sungguh mencintai leluhur para pahlawan dan cinta sekolah. Hal seperti hari ini akan tetap dilakukan di masa mendatang,” ujar Theresia.

Setelah upacara, Paroki Santa Maria Bunda Yesus Padang mengadakan Misa Kudus dalam rangka memperingati Kemerdekaan Indonesia. Murid Katolik diarahkan ikut Misa Kudus. Setelah itu, berlangsung aneka kegiatan lomba dalam perayaan HUT ke-78 Kemerdekaan Indonesia, yakni lomba makan kerupuk, lomba adu cepat bawa kelereng, dan lomba mewarnai. (ben)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *