PADANG – Perayaan Ekaristi Tahbisan tiga diakon calon imam Katolik berlangsung di Gereja Katedral St. Theresia Kanak-Kanak Yesus Padang (3/8). Tahbisan Diakon diterima oleh Fr. Benediktus Bagus Hanggoro Kasih, Fr. Thery Cholma Bancin, dan Fr. Antonius Roy Basuki.
Tahbisan berlangsung dalam Perayaan Ekaristi yang dipersembahkan Uskup Padang Mgr. Vitus Rubianto Solichin, SX – selebran utama – beserta sejumlah imam yang berpastoral di Keuskupan Padang. Gereja Katedral St.Theresia kanak-kanak ini menjadi saksi pentahbisan. Selain umat setempat, tampak hadir sejumlah suster, frater, diakon, undangan khusus panitia, serta perwakilan keluarga tiga diakon.

Dalam homili, Uskup Mgr. Vitus mengatakan, “Kita bangga atas tahbisan diakon tahun ini, sebagaimana tampak pada kehadiran para pastor yang ikut mendukung frater–frater calon diakon. Saya yakin calon diakon juga bangga. Terima kasih kepada kepala paroki dan umat, terkhusus para anggota panitia yang cukup sigap menyiapkan segala-galanya dalam waktu singkat. Tentu saja, Paroki Katedral harus siap dengan acara besar seperti ini. Kita memang bangga kalau setiap tahun sekurang-kurangnya ada tiga tahbisan. Itu berarti, kita – Keuskupan Padang – cepat mempunyai banyak imam.”

Bapa Uskup menambahkan, “Kita percaya bahwa rahmat tahbisan memberikan rahmat kepada tiga calon diakon ini, meskipun situasi dan kondisi masing-masing tidak sama. Masing-masing punya latar belakang, bakat, serta kemampuan yang berbeda-beda. Tahbisan ini memiliki makna yang sangat penting, yaitu pelayanan! Tugas pelayanan itu adalah tugas dan tanggung jawab seluruh umat, serta menjadi tugas kita. Secara khusus, bagi ketiga Frater ini. Dipilih dengan rahmat Tuhan, maka kalian harus percaya rahmat akan menyertai kalian dan harus berkomitmen meskipun tidak tahu tugas dan bagaimana peran ini harus dijalankan. Percaya saja rahmat Tuhan yang akan bekerja!”
Uskup kembali memberikan penegasan kepada calon diakon, “Sadarilah bahwa ini bukan sekedar anak tangga menuju imam atau batu loncatan untuk sampai pada jabatan imamat suci. Kalau kalian tidak bisa menghargai dan menemukan inti sari panggilan pelayanan di dalam masa diakon ini. Jangan harap nanti akan menyadarinya. Ketika menjadi imam, kalian tetap melayani! Menjadi imam bukan iman yang dilayani, tetapi imam yang melayani! Imam yang mampu berkotor-kotor, turun, dan menjumpai umat di tempat di mana mereka bekerja dan di tempat di mana mereka berjuang dalam hidup mereka sehari-hari.”

Di penghujung Misa Kudus, Supangadi, paman Diakon Antonius Roy Basuki – mewakili orangtua diakon, menyampaikan ucapan syukur kepada Tuhan, Bapa Uskup, dan semua pihak yang terlibat. Mulai dari yang pertama, saat persiapan frater hingga tahbisan diakon ini. Kedua, pihak-pihak yang telah menyiapkan kepribadian para frater ini sehingga menjadi orang muda yang berkarakter. Hingga akhirnya, pada hari ini tatkala rahmat tahbisan diakon turun kepada mereka.

Sementara itu, Diakon Benediktus Bagus Hanggoro Kasih, mewakili diakon tertahbis, dalam sambutannya mengatakan, “Bersyukurlah kepada Tuhan sebab ia baik kekal abadi kasih setianya (bdk.Mzm 106:1). Pada hari ini, kami bertiga diperkenankan menerima tahbisan menjadi Diakon Keuskupan Padang. Seorang diakon ditahbiskan untuk pelayanan secara khusus dalam perayaan Liturgi Sabda dan amal kasih dalam persekutuan dengan Bapa Uskup dan para imam. Dalam refleksi kami, perayaan hari ini (tahbisan diakon) adalah peneguhan komitmen kami bertiga akan panggilan suci untuk mengikuti Tuhan kita Yesus Kristus, yang datang bukan untuk dilayani melainkan untuk melayani, sambil tetap mempersiapkan diri secara lebih intensif untuk menyongsong imamat suci.”

Keluarga; Sekolah Iman

Diakon Bagus juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Bapa Uskup Mgr. Vitus Rubianto Solichin, yang penuh kasih telah menerima dan memperkenankan tahbisan pada hari ini. Ucapan terima kasih juga kepada orangtua, saudara-saudari, dan anggota keluarga besar pada Diakon. “Keluarga adalah sekolah iman pertama kami! Terima kasih atas doa dan dukungan bagi kami bertiga dalam menitip panggilan ini. Juga, terima kasih kepada Seminari Tinggi Santo Petrus Pematangsiantar dan Fakultas Filsafat Universitas Katolik Santo Thomas tempat kami menimba ilmu dan menjalani proses pembinaan menjadi gembala baik hingga akhirnya kami siap hari ini untuk ditahbiskan,” ucap Diakon Bagus lagi.

Sebagai perwakilan diakon baru, Diakon Bagus juga berterima kasih kepada panitia, petugas liturgi paduan suara, dan organis yang ikut menyukseskan rangkaian acara tahbisan. Jelang tahbisan diakon, berlangsung Aksi Panggilan di Stasi St. Stefanus Sungaipisang Paroki Santa Maria Bunda Yesus Padang (16/7) serta bagi peserta PAUD-BIA di Paroki Katedral Padang (30/7). “Terima kasih kepada seluruh umat dari berbagai paroki yang hadir dalam kesempatan penuh rahmat ini. Kehadiran dan partisipasi aktif bapak ibu menjadi bentuk dukungan bagi kami bertiga. Akhirnya, dari lubuk hati yang paling dalam, dengan rendah hati kami tetap memohonkan doa dan dukungan Bapa Uskup, Para Pastor, orangtua dan keluarga besar kami, para frater, suster, bruder, serta umat terkasih agar kami sanggup melaksanakan pelayanan sebagai diakon di tempat perutusan kami masing-masing. Kami berharap agar kita tetap berjalan bersama sebagai umat Allah yang berziarah di dunia untuk membangun persaudaraan dan persekutuan sejati, sebagaimana menjadi semangat Tahun Komunitas Basis Garejawi yang sedang kita rayakan pada tahun ini,” tukasnya.

Pada bagian akhir Perayaan Ekaristi, sebelum berkat meriah, Uskup membacakan Surat Keputusan (SK) Penugasan Diakon. Diakon Benediktus Bagus Hanggoro Kasih mendapat penempatan di Paroki St. Maria Assumpta Sikakap Mentawai, Diakon Thery Cholma Bancin ditempatkan di Paroki St. Ignatius Pasirpengaraian. Diakon Antonius Roy Basuki menjalani masa diakonatnya di Paroki Keluarga Kudus Pasaman Barat. Usai Perayaan Ekaristi berlangsung acara ramah-tamah di Aula Puri Dharma Katedral Padang. Acara ramah-tamah diisi dengan sambutan (Ketua Panitia dan Pastor Paroki Katedral Padang) dan beberapa sumbangan acara berupa tarian OMK bersama umat.

Pada kesempatan ini, selain berterima kasih kepada pihak-pihak yang telah berpartisipasi pada momen tahbisan diakon ini, Pastor Paroki Katedral Padang, P. Matheus Tatebburuk mengatakan, “Paroki Katedral memberi dukungan meski anak-anak muda kita belum ada yang menjadi calon diakon. Suatu saat nanti, kelak, ada di antara anak OMK tidak pilih jodoh melainkan menjadi seorang frater-diakon-imam. Pada momen istimewa ini, kita menggerakkan kalangan muda dalam kepanitiaan. Agar mereka mendengar panggilan walau focus masih ke mana-mana. Semoga kelak, hatinya terkesan bahwa pelayanan di meja altar, di altar Tuhan, yakni bisa mendengarkan suara panggilannya.” (ben)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *