PEKANBARU – “Hari ini, kita melihat kebesaran Tuhan dan kita mendukung karya Serikat Misionaris Xaverian, yang pada hari ini ‘melahirkan’ dua puteranya – dari Indonesia – untuk ditahbiskan menjadi imam misionaris. Tahbisan imam merupakan peristiwa langka dan selalu menjadi kesempatan bagi kita untuk bersyukur kepada Tuhan,” ucap Uskup Padang Mgr. Vitus Rubianto Solichin, Rabu (30/8).

Hal tersebut disampaikan Bapa Uskup saat homili Misa Tahbisan Imam Xaverian di Gereja Katolik Paroki Santo Paulus Pekanbaru. Pada momen ini, Bapa Uskup menahbiskan Diakon Kampianus Ordin Jemanu, SX dan Diakon Yohanes Morgany, SX sebagai imam Xaverian. Pada bagian lain homili, Bapa Uskup menambahkan, “Hari ini (30/8), mereka berdua bersama setia sejak awal – sebagai frater dan diakon – hingga tahbisan imamat. Keinginan kecil Diakon Ordin yang mau ditahbiskan bersama dengan Diakon Margony akhirnya terkabul. Ini menunjukkan komitmen dan keteguhan mereka hingga akhir sebagai misionaris Xaverian.

Uskup Vitus melanjutkan homilinya, “Kapitel Jenderal Xaverian menggarisbawahi identitas karisma misioner yang dibagikan kepada umat. Perbedaan dan keanekaragaman budaya yang dimiliki sebagai misionaris mau menjadikan dunia ini sebagai satu keluarga umat manusia. Xaverian sadar berasal dari mana, berdiri dan diutus. Itulah inkulturasi. Saya bangga kalian ditahbiskan di paroki ini, sekaligus membangkitkan semangat keluarga besar Flobamora Pekanbaru. Ini menjadi contoh animasi panggilan. Gereja ini milik kita! Siapa yang bisa diharapkan untuk menjamin pelayanan terus-menerus umat di Keuskupan Padang, kalau tidak dari kita sendiri, termasuk keluarga besar Flobamora.”

Dalam bagian homili Misa Tahbisan ini, Uskup Vitus mengaku kenal dengan dua diakon yang akan ditahbiskan ini sejak sebagai frater Xaverian. Uskup sungguh percaya dua diakon ini sungguh misionaris yang rendah hati, sederhana, tidak macam-macam, siap sedia menerima tugas yang diberikan. Siap menerima tahbisan imamat berarti siap bersatu dengan Yesus Imam Agung. Juga, siap memberikan citra imam sebagai kepala, guru, dan gembala bersama uskup setempat. “Saya berharap dua diakon yang ditahbiskan menjadi imam misionaris yang setia, taat, murni, dan tetap rendah hati. Saya mengingatkan juga bahwa para imam dipilih dari antara banyak kaum muda yang berani merelakan dan mempersembahkan dirinya untuk pelayanan Gereja,” ujar Bapa Uskup.

Di kesempatan ini, di depan 500-an umat yang mengikuti Misa Tahbisan di Gereja Paroki Santo Paulus Pekanbaru serta pemirsa siaran langsung (live streaming) dari Youtube saluran Komisi Komsos K. Padang, Bapa Uskup mengutip pesan Paus Fransiskus I di Roma (5/8) agar para imam berhati-hati pada bahaya klerikalisme, keduniawian spiritual. “Hanya menampakkan kerohanian yang semu, tetapi tidak ada isinya. Saya yakin, pilihan misionaris dua diakon ini – yang siap ditahbiskan sebagai imam Xaverian – siap diutus ke mana pun ditugaskan. Tantangan yang diungkap Paus Fransiskus I bisa mereka atasi,” tandas Uskup Vitus.

Dalam homili, Bapa Uskup Vitus Rubianto mengajak dua imam baru ini untuk menyadari rahmat imamat yang diterima. “Menjadikan Sabda Tuhan sebagai ‘makanan’ sehari-hari, memupuk iman dengan membaca Sabda Tuhan, sehingga kalian mampu mengajar yang dipahami dalam iman yang telah diterima melalui guru, orangtua, katekis, para pastor, seluruh Gereja. Juga, jangan lupa dengan apa saja yang telah diterima sebagai ‘warisan iman’ yang harus terus-menerus kalian pupuk, dengan mendengarkan Sabda Tuhan, memahaminya, menghidupi apa saja yang kalian ajarkan kepada umat,” tukas Bapa Uskup.

Jadilah Pastor Belaskasihan!
Ada hal menarik terungkap dalam homili Uskup Padang pada kesempatan tahbisan imam ini. “Dengan Sakramen Imamat, kalian diajak ikut serta dalam dinamika imamat gerejawi. Lewat pembaptisan, kalian akan mengajak masuk banyak orang ke dalam barisan umat Allah. Dengan Sakramen Rekonsiliasi, kalian akan membawa orang kembali kepada Tuhan, pada hati-Nya yang begitu terbuka dan berbelas kasih. Karena itu, jadilah pastor-pastor belaskasihan! Paus Fransiskus I sungguh menekankan pengampunan orang-orang yang mau datang dan mohonkan pengampunan melalui Sakramen Tobat. Begitupun dengan minyak suci, kalian akan menghibur orang-orang yang sakit,” ungkap Uskup.

Dalam pesan nasihat pada homili, Bapa Uskup memberikan gambaran ‘tugas’ seorang imam. “Dengan merayakan upacara-upacara sakramen, kalian diharapkan untuk membawa kurban dari umat Allah sendiri agar menjadi kurban yang tulus dan sejati. Kalian hendaknya menyadari bahwa dipilih dari antara kaum muda untuk menjadi misionaris dan imam Tuhan. Kalian janganlah gentar oleh tantangan dunia! Saya berpesan agar kalian terus mengobarkan rahmat Tahbisan Imamat ini yang diterima dengan satu komitmen setia sampai akhir. Kita tahu bahwa tidak mudah menjadi imam, apalagi imam yang bergembira, bersukacita, dan bahagia,” tandas Bapa Uskup.

Selain umat Paroki Santo Paulus Pekanbaru, tahbisan dua imam Xaverian ini terasa istimewa. Lima puluhan imam dan sejumlah suster-biarawati ikut hadir memberikan dukungan. Keterlibatan warga keluarga besar Flobamora Pekanbaru sungguh membanggakan dan mengharukan tatkala mengantar dua diakon hingga pintu depan gereja. Dari pantauan GEMA, ikut hadir menyaksikan tahbisan imam ini adalah para rekan imam Xaverian yang datang dari mana-mana, termasuk dari luar negeri, Italia. Selain itu, tampak keluarga besar dua diakon yang akan ditahbiskan serta sejumlah warga Paguyuban Awam Xaverian (PAX). Tahbisan dua imam ini seakan mengingatkan lagi momen yang sama enam tahun silam, tatkala berlangsung tahbisan imam Xaverian, Pastor Gordianus, SX, di gereja yang sama, oleh almarhum Uskup Padang Mgr. Martinus D. Situmorang, OFMCap.

Rangkaian Tahbisan
Sebelum Misa Tahbisan Imam Xaverian, berlangsung acara penyambutan Bapa Uskup Padang, dua diakon, dan para imam konselebran di halaman samping Gereja. Upacara penjemputan diawali dengan pemberian ‘tanjak’ budaya Riau oleh ketua panitia kepada dua calon imam, serta pengalungan selendang adat Manggarai kepada Bapa Uskup oleh perwakilan Dewan Pastoral Paroki/DPP Santo Paulus Pekanbaru. Setelah itu, para penari Danding Manggarai mengantar calon imam baru bersama keluarga, para imam, dan Bapa Uskup ke depan gereja. Setelah tiba di depan pintu utama gereja, orangtua dua diakon menyerahkan puteranya kepada Bapa Uskup untuk ditahbiskan.

Setelah seremoni penjemputan dan penyerahan dua diakon untuk ditahbiskan, Misa Tahbisan Imam Xaverian pun berlangsung. Misa Kudus dipersembahkan Uskup Padang Mgr. Vitus Rubianto Solichin beserta lima puluhan imam yang berkarya di Keuskupan Padang. Juga ikut serta Provinsial Serikat Xaverian Indonesia. Misa Kudus berlangsung sekitar 150 menit disiarkan secara langsung lewat channel Komisi Komsos K. Padang dan channel Santo Paulus Pekanbaru. Usai Misa Tahbisan dilanjutkan dengan santap malam bersama dan acara ramah-tamah di Pendopo Paroki. Di tempat ini, berlangsung penjemputan imam baru bersama rombongan dari Ruang Fasilitas menuju Pendopo dengan tarian Ja’I khas Flores. Setiba di Pendopo, para rombongan disambut dengan tarian Tor-tor Batak dan mengulos dua imam baru.

Setelah seremoni ini, acara hiburan pada ramah-tamah diisi sumbangan acara dari anggota Paduan Suara, keluarga Manggarai Pekanbaru, anggota Wanita Katolik RI Cabang. SD Santa Maria 2 Pekanbaru ikut menyumbang acara. Ramah-tamah diisi partisipasi The King Jack, anak muda Flobamora, anak-anak Bina Iman Anak/BIA, dan Orang Muda Katolik/OMK. (hrd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *