HIDUP ATAU MATI MILIK KRISTUS

HARI RAYA ARWAH SEMUA ORANG BERIMAN (2 NOVEMBER 2023)
1Mak. 12:43 – 46; Mzm. 130:1-2, 3-4, 5-6a, 6-7;
1Kor. 15:12-34 Yoh. 6:37 – 40

HARI INI Hari Peringatan Mulia Arwah Semua Orang Beriman. Kita mengingat atau mengenang semua saudara dan siapa saja yang telah meninggal, semua orang yang dikenal bahkan semua orang lain, orang asing yang tidak kita kenal. Bukti kita mencintai mereka, pertama-tama mendoakannya, berziarah membersihkan pusaranya.

Hari ini kita mengingat semua jiwa umat beriman yang telah meninggal, sama seperti kemarin kita bersukacita bersama dalam kemuliaan orang-orang kudus, mereka dianggap layak oleh Allah dan Gereja-Nya untuk menerima langsung kemuliaan Surga. Kita berdoa bagi mereka yang telah meninggalkan kehidupan duniawi ini, namun kita tidak yakin akan keadaan mereka setelah kematian duniawi ini. Apakah mereka cukup layak masuk kerajaan Surga atau harus menderita di api penyucian sebelum masuk ke dalam Kerajaan Allah. 

Apakah kejahatan atau dosa telah mengalahkan dan membuat mereka dihakimi orang yang layak masuk neraka. Semua itu bukan manusia yang memutuskan, tetapi menjadi kuasa Allah.
Kebanyakan orang, reaksi naluriahnya saat melihat sesama meninggal dunia dan memikirkan kematian adalah ketakutan; takut mati karena ketidakpastian nasib. Banyak dari kita merasa sulit untuk berpisah dengan apa pun yang telah kita capai dan dimiliki di dunia ini. 

Umumnya kita sangat berduka karena kehilangan orang yang dicintai karena kematian, karena kita tidak akan melihat mereka lagi, tidak tahan untuk berpisah dari mereka. Adalah bagian dari naluri alamiah sebagai manusia untuk bersedih, karena bagaimanapun juga, ketika kita tidak lagi dapat berinteraksi secara fisik dengan seseorang yang dicintai dan sayangi, terasa ada yang kurang bahkan terasa ruang kosong.

Tetapi kita tidak boleh kehilangan harapan atau putus asa, karena Tuhan sendiri telah menjelaskan dalam banyak kesempatan, bahwa Dia telah datang ke dunia agar semua memiliki harapan. Karena kematian dan kebangkitan-Nya menunjukkan ada jalan keluar dari kegelapan dan keputusasaan itu, jalan menuju keselamatan. Itulah harapan yang harus kita ingat, bahkan saat kita berduka karena kehilangan orang yang dicintai.

Kematian Kristus diikuti oleh kebangkitan-Nya, telah berjanji kepada kita melalui murid-murid-Nya, bahwa Dia akan membangkitkan semua orang yang setia kepada-Nya pada akhir zaman. Kita akan dipersatukan kembali dengan orang-orang terkasih, dengan saudara-saudara yang telah berpisah secara ragawi. Jika kita percaya akan hal ini, seharusnya tidak perlu takut akan kematian, baik untuk diri sendiri maupun orang lain. Iman kristiani mengajarkan, kematian bukanlah akhir segalanya, melainkan transisi, perubahan, dan awal menuju kehidupan baru yang penuh dengan sukacita baru dan bersama Tuhan.

Pada perayaan ini, kita menyadari bahwa ada tiga bagian Gereja; Gereja yang telah mulia – yang terdiri dari orang-orang kudus, yang dianggap layak untuk menikmati sukacita Kerajaan Tuhan; kita yang hidup di dunia ini saat ini, yang menjalani perjuangan hidup kita, dan Gereja dalam penderitaan. Gereja dalam penderitaan terdiri dari semua orang beriman yang telah hidup dalam kasih karunia Allah, meninggal dalam keadaan rahmat, tetapi dosa-dosa ringan atau dosa-dosa kecilnya belum sepenuhnya dibersihkan dan diampuni. Mereka belum dapat bersama dengan Tuhan, karena mereka tidak dapat membawa dosa ke hadapan Tuhan, karena dosa tidak memiliki tempat di hadapan-Nya. Namun demikian, mereka juga telah ditemukan cukup layak untuk lolos dari kutukan kekal di neraka, yang hanya diperuntukkan bagi mereka yang perbuatan jahat dan kejahatannya benar-benar melebihi perbuatan baik mereka.

Hari ini, pertama-tama kita mendoakan jiwa-jiwa di api penyucian, yang menderita rasa sakit dari api suci pemurnian, menanggung akibat dari penderitaan mereka. Kita berdoa agar Tuhan mengurangi penderitaan dan cobaan berat mereka; Tuhan bersedia untuk sepenuhnya membebaskan mereka di api penyucian dosa-dosa, akhirnya dapat masuk ke dalam Kerajaan Surga.

Kedua, kita merenungkan cara menjalani hidup di dunia ini. Jiwa-jiwa di api penyucian tahu betul apa yang telah mereka lakukan dalam hidup, semua hal yang telah dilakukannya sehingga membawa ke tempat itu. Mereka pasti tidak ingin kita berakhir seperti mereka juga.
Bagi umat kristiani saat kematian sesungguhnya merupakan peristiwa puncak kehidupan. Hidup tidak lenyap, melainkan hanya diubah. Kita percaya bahwa sesudah pengembaraan di dunia ini selesai, tersedialah kediaman abadi di Surga. Kematian merupakan saat mempercayakan diri secara total kepada Kristus, kebangkitan dan kehidupan kita saat perjumpaan abadi dengan Dia, pokok pengharapan, yang mengantar pulang ke rumah Bapa.

Atas dasar iman itu, kita memohon agar saudara-saudara yang telah meninggal dunia disucikan dari segala dosanya, dibebaskan dari segala hambatan dan noda, dan boleh menikmati kebahagiaan kekal bersama Allah Bapa, serta boleh bersama-sama para kudus di Surga memandang wajah Allah yang dirindukannya. Hari kenangan dan peringatan ini pun sekaligus memberi penghiburan rohani, bahwa kelak kita akan berjumpa kembali dengan saudara-saudara yang telah mendahului, untuk bersama Maria memuji dan memuliakan Allah dalam persekutuan semua orang kudus. Kita pun pada suatu ketika akan meninggalkan dunia ini dan pulang kepada Bapa di Surga. Tetapi kita percaya bahwa hidup atau mati, adalah milik Kristus. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *