Pelayanan menggereja merupakan panggilan dalam diri sendiri dan menggunakan talenta yang diberi Tuhan untuk memuji dan memuliakan namaNya, selagi ada kesempatan. Itulah yang dirasakan Ketua Stasi St. Monika Mejuah-juah Paroki Santo Paulus Pekanbaru dua periode (2017-2023), Santra Barus (52).

Suami Christina Br. Ginting (30) ini pernah dipercaya sebagai Seksi Katekese dan Liturgi periode 2014-2017. Ia juga aktif di lingkungan masyarakat Karo sebagai sesepuh adat sejak tahun 2011 hingga kini. Keterlibatannya menggereja dan bermasyarakat tidak luput dari dukungan keluarga. Saat ini, Barus beraktivitas sebagai petani kelapa sawit. “Orangtua saya pernah menjadi pengurus stasi beberapa periode sebagai Ketua dan Sekretaris. Itulah yang menjadi memotivasi saya terlibat aktif menggereja,” ujarnya.

Dalam pelayanan di Gereja dan masyarakat, ayah enam anak ini mempunyai banyak pengalaman. Barus mengungkap suka duka. “Terkadang, saat pengurus mesti tegas dengan peraturan yang dibuat oleh paroki, ternyata umat sulit menerimanya. Kalau kita bersikap lunak, peraturan diabaikan. Saya berharap umat bersemangat dan giat dalam pelayanan. Kuatkan iman saat menghadapi segala cobaan agar umat Katolik daerah Riau ini bisa lebih cepat berkembang. Semoga Orang Muda Katolik (OMK) dapat ambil bagian menggereja, bahkan setelah berumah tangga pun nanti membagikan pelayanannya kepada Tuhan dan sesama. 

Generasi muda dapat melahirkan inspirasi untuk membangun ke arah yang lebih baik dan mengatasi berbagai kondisi dan masalah yang dihadapkan kepada kita pada era reformasi ini. Dalam upaya mewujudkan hal tersebut tentunya setiap generasi muda memerlukan wadah untuk bernaung dalam rangka merumuskan berbagai hambatan dan gejala yang dihadapi dunia dan Gereja saat ini, melalui wadah organisasi Orang Muda Katolik” kata Barus. (ben)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *