Garam, rasanya tidak lengkap jika makanan yang kita konsumsi tidak mengandung satu komponen ini, meskipun garam dapur sering dianggap dapat memicu naiknya tekanan darah. Namun, menghilangkan garam dari salah satu daftar bumbu masakan bukanlah ide yang bagus. Garam menjadi kebutuhan dapur yang digunakan untuk melengkapi bumbu masakan. Namun, tidak hanya itu kegunaannya, garam juga memiliki beragam manfaat terutama bagi kesehatan. Termasuk dibutuhkan untuk menyeimbangkan kadar cairan pada tubuh.

Penulis buku “Bahaya Gula, Garam, dan Lemak”, Retno Sasongkowati, S.Pd., S.Si., M.Kes. menyatakan dua komponen dasar garam diperlukan oleh tubuh, yaitu klorin dan natrium. Klorin diperlukan tubuh dalam pembentukan asam klorida yang bisa membantu membunuh kuman penyakit di lambung. Natrium berfungsi menjaga saraf tubuh kita yang bertugas mengirimkan pesan ke seluruh tubuh dan juga menguatkan otot saat bekerja.

Tetapi, garam dapat memberikan efek negatif jika dikonsumsi berlebihan. Konsumsi garam tentu disesuaikan dengan kebutuhan tubuh. Untuk orang dewasa, setidaknya butuh sekitar 500 mg natrium setiap hari, menurut Angka Kecukupan Gizi (AKG). Asupan natrium tersebut didapatkan dari masakan yang mengandung penyedap rasa. Natrium berfungsi untuk mengirimkan rangsangan saraf, mengencangkan otot, dan manfaat lainnya.

Berikut beberapa manfaat garam bagi kesehatan:
1. Mencegah Hipotermia Hiponatremia yakni suatu kondisi saat tubuh kekurangan garam di dalam cairan sel tubuh. Dalam kasusnya, cairan ini keluar berupa keringat, diare, atau dikenal dengan istilah intoksikasi air. Sedangkan untuk mempertahankan tekanan darah, lancarnya fungsi saraf dan otot yang sehat, maka tubuh membutuhkan garam. Kebutuhan garam yang tidak terpenuhi akan menjadikan tubuh mengalami pembengkakan, sebab sel-selnya kelebihan air.
2. Kesehatan Pencernaan Kesehatan. Pencernaan perlu dijaga, dengan dibantu oleh terpenuhinya kebutuhan garam dalam tubuh. Dalam hal ini garam membantu tubuh menghasilkan HCl (asam klorida) di dalam perut. Namun, jika asam klorida tidak bisa dihasilkan dengan baik ditambah dengan riwayat kesehatan pencernaan yang buruk; misalnya asam lambung maka akan sangat berbahaya bagi tubuh. Maka, melalui asupan garam yang cukup dapat mencegah naiknya asam lambung.
3. Untuk Kesehatan Mulut. Garam juga mampu menjaga kesehatan mulut yang dapat disebabkan oleh bakteri. Bakteri yang berkembang biak pada mulut dapat menyebabkan masalah pada gigi dan gusi. Sehingga, yang perlu dilakukan untuk mencegah bakteri berkembang adalah menggunakan garam untuk berkumur. Berkumur menggunakan garam juga dipercaya bisa mengurangi peradangan sekaligus pembengkakan pada gusi.
4. Mencegah penyakit gondok lewat kandungan yodium pada garam. Jika yodium tidak mencukupi maka kelenjar tiroid akan membengkak, karena permintaan tubuh untuk terus memproduksi hormon tiroid. Dari pembengkakan kelenjar tiroid menyebabkan perubahan bentuk leher – ditandai munculnya benjolan. Jika dibiarkan benjolan tersebut akan membengkak dan berbahaya. (ist/and)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *