PEKANBARU – Bapa Uskup Mgr. Vitus Rubianto Solichin, SX. melakukan kunjungan pastoral ke Paroki Santo Paulus Pekanbaru, 25-30 Agustus 2023. Stasi St.Monica Mejuah-juah merupakan kunjungan pertama uskup. Hari pertama berlangsung pemberkatan dan meresmikan gedung gereja stasi St.Monica Mejuah-juah Paroki St.Paulus Pekanbaru sekaligus penerimaan Sakramen Krisma untuk 65 peserta. Bersama Pastor Paroki P.Yulius Tangke Bandaso, SX. Pastor rekan P.Amandus Rejino, SX dan Diakon Kapianus Ordin Jemanu, SX, dan Diakon Yohanes Morgany, SX. Sabtu, (26/8).

Peresmian gedung gereja dimulai dengan seremoni penyambutan di halaman gereja dengan pengalungan bunga kepada Bapa Uskup dan tari piso surit dari etnis Batak Karo. Setelah itu, dilanjutkan Perayaan Ekaristi. Perarakan berlangsung khidmat dan Bapa Uskup memberkati gereja dengan mereciki air suci di sekeliling bangunan gereja serta menggunting pita di pintu. Setelah Bapa Uskup membuka pintu dan memasuki gereja, umat berarak masuk ke dalam ruangan. Setelah semua umat masuk dan bersiap mengikuti Misa Kudus, hingga di luar gedung gereja. Bapa Uskup memberkati salib, altar, dan mimbar.
Dalam homili, Bapa Uskup menyampaikan, “Kita patut bersyukur pada Tuhan bahwa lambang-lambang yang mengiringi acara peresmian gereja ini membantu kita untuk semakin menghayati iman kita, bangga menjadi umat Katolik karena memakai lambang-lambang yang hidup. Gereja ini pun penuh dengan lambang-lambang seperti; patung, salib, altar dan lain-lain. Ini menunjukkan bahwa sebenarnya gereja yang indah ini punya pusatnya di altar ini, tempat persembahan kurban sejati yaitu Kristus. Penerima Sakramen Krisma pun menjadi lambang nyata dan batu-batu hidup yang membangun Gereja ini, ucap Mgr. Vitus.

Jelang akhir perayaan, berlangsung penandatangan prasasti gedung gereja oleh Bapa Uskup. Usai perayaan di dalam gereja, dilanjutkan ramah-tamah yang diawali dengan santap siang bersama. Dalam sambutannya, Ketua Panitia Pembangunan sekaligus Wakil Ketua Stasi, Surantan Sembiring menyampaikan rencana pembangunan gereja tidak luput dari perkembangan umat sementara tempat beribadah tidak mencukupi. Umat stasi ini mencapai 60 keluarga. Sembiring menitip pesan agar umat stasi bisa merawat, memelihara dan menjaga gereja ini.

Setelah itu, Ketua Stasi Sandra Barus membeberkan sejarah singkat Stasi St.Monika Mejuah-juah. “Pada 1992, terdapat 10 keluarga Katolik di sini dan belum mempunyai gereja. Kami beribadah dari satu rumah ke rumah lainnya. Istilahnya doa lingkungan. Umat berinisiatif melapor pada Pastor Paroki Santa Maria A Fatima Pekanbaru. Dewan Pastoral Paroki (DPP) pun mendatangi tempat kami bersama almarhum P.Ferraro Pasquale, SX,” ungkap Barus.
Dalam acara ramah tamah ini, selain berbagai kata sambutan juga berlangsung kesempatan hiburan dan penggalangan dana untuk pembangunan gereja. Bapa Uskup, para pastor, dan suster manortor bersama dengan penuh semangat dan suka cita hingga menjelang senja.(ben)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *