Titip Penting Perjalanan Rohani Umat

Puji dan syukur kepada Allah Yang Mahakasih atas karyaNya yang begitu nyata. Dia yang menyempurnakan semuanya, sehingga hari ini, Rabu, 30 Agustus 2023, kita dapat berkumpul dengan penuh sukacita dan kebahagiaan yang tak terhingga di Gereja Paroki Santo Paulus Pekanbaru. Pada hari ini, kita bersama merayakan tahbisan Imam Serikat Xaverian (Pastor Kampianus Ordin Jemanu dan Pastor Yohanes Morgany).

Perayaan tahbisan imam ini menjadi titik penting dalam perjalanan rohani umat di Paroki Santo Paulus Pekanbaru. Melalui proses yang panjang dan penuh pengorbanan, dua imam baru ini telah berjuang untuk tumbuh dalam iman dan pengabdian kepada Tuhan serta sesama. Saat ini, mereka telah menerima tahbisan imamat sebagai tanda panggilan mereka untuk melayani dengan tulus dan penuh dedikasi dalam Gereja Katolik. Kita patut berterima kasih pada orangtua Pastor Ordin dan Pastor Joni, karena dengan kesetiaan mereka kepada Allah telah merelakan anaknya untuk menjadi mempelai Kristus.
Semoga ini menjadi inspirasi bagi umat Katolik di sini: marilah kita memberikan dukungan dan doa terbaik untuk para imam baru agar mampu menjalani panggilan ini dengan segenap hati dan roh yang tekun di manapun mereka berada nantinya, sesuai dengan tema tabisan yang mereka pilih; yakni “Kristus mengutus aku untuk mewartakan Injil.”
(Yohanes Johny Hardi – Ketua Panitia Tahbisan Imam Xaverian Paroki Santo Paulus Pekanbaru)

Tumbuhkan Motivasi Orang Muda

Sungguh suatu peristiwa yang sangat menggembirakan dan penuh sukacita yang kita rasakan hari ini. Kita dapat menyaksikan bahkan terlibat langsung dalam suatu peristiwa langka, seperti disampaikan dalam homili Bapa Uskup, atas tahbisan dua Pastor ini. Semoga, lewat peristiwa ini akan menumbuhkan dan memotivasi anak-anak maupun orang-orang muda kita dalam semangat panggilan.

Demikian pula para orangtua untuk ikut mendorong. Kalaupun tidak mendorong, paling tidak merestui jika ada anak-anaknya yang berkehendak menjadi kaum tertahbis. Ini berlaku juga bagi kami dari Dewan Pastoral Paroki/DPP Santo Paulus Pekanbaru. Semoga pastor berdua sehat selalu, serta selamat bertugas di tempat yang telah ditentukan. Semoga karya pelayanan pastoral berkembang, sehat bahagia dan penuh semangat.
(Agustinus Peranginangin – Dewan Pastoral Paroki/DPP Santo Paulus Pekanbaru)

Bentuk Kehadiran Negara

Kita bersyukur dan bergembira yang luar biasa tatkala dua imam baru tertahbis menjawab panggilan Tuhan. Atas nama pemerintah pada Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau serta pesan hangat dari Pelaksana Tugas (Plt) Dirjen Bimas Katolik RI, juga Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau mengucapkan selamat kepada dua imam Xaverian tertahbis pada hari ini.

Ada dukungan dan bentuk kehadiran negara untuk acara tabisan ini! Maka, ada sebentuk yang bisa dikenang dan bisa dibawa ke mana-mana, berupa paket alat misa yang kemarin kita sudah upayakan supaya bisa sampai di tempat. Dua paket ini untuk para imam yang baru ditabiskan. Tiga paket lagi untuk tiga imam yang ditahbiskan pada tanggal 16 Februari 2023 di Paroki Santo Yohanes Pembaptis Perawang. Paket ini diserahkan kepada Uskup Padang untuk selanjutnya diserahkan kepada imam yang dimaksud.
(Alimasa Gea – Pembimbing Masyarakat Katolik Kantor Kementerian Agama RI Provinsi Riau)

Terima Kasih, Harapan, dan Penugasan

Saya ingin mengucapkan tiga hal, yaitu: terima kasih, harapan, dan penugasan. Selaku perwakilan Serikat Xaverian, saya bersyukur pada Tuhan Yang Maha Esa untuk rahmat dan berkat-Nya dan mengucapkan terima kasih pada Uskup Padang Mgr. Vitus Rubianto yang telah menahbiskan dan mendidik para imam ini. Tidak boleh dilupakan, mereka ditemani, didampingi dan dididik Mgr. Vitus. Saya berterima kasih pada Parokus St. Paulus Pekanbaru beserta jajaran pengurus Dewan Pastoral Paroki (DPP), Panitia Tahbisan, para petugas liturgi yang telah mempersiapkan segala hal terkait dengan acara ini. Pastor Suhud berterima kasih pada orangtua yang memberikan anaknya menjadi seorang Imam Xaverian.

Pada tahun ini, Tunas Xaverian Yogyakarta berjumlah 15 orang, calon imam didampingi Pastor Soeharno dan Pastor Wawan ada 18 orang. Di Novisiat dengan pendampingan Pastor Yakobus ada 9 orang, selain di Filsafat itu, ada 26 frater yang didampingi Pastor Sudarmanto, serta 16 orang yang sedang belajar di luar negeri. Tahun depan akan ada tahbisan lagi. Hanya Tuhan yang tahu tempat tahbisannya. Semua ini karena doa-doa dan dukungan umat. Saya berharap ada panggilan untuk menjadi imam dan suster dari paroki ini untuk kongregasi, ordo dan keuskupan lainnya. Semoga Gereja ini semakin semarak dan hidup, seperti warna-warni pakaian para koor yang rukun bersatu padu dari tingkat wilayah, kring, lingkungan, dan terutama DPP.

Terkait penugasan para imam yang baru tertahbis, Pastor Kampianus Ordin Jemanu, SX. ditugaskan di Amazonia, Brazil Utara. Pastor Yohanes Morgany, SX ditugaskan di Italia. Terima kasih atas doa saudara-saudari sehingga mereka mampu bertugas untuk membawa kasih Kristus sampai di ujung bumi. Jangan gelisah dan kecewa, ketika mereka tidak ditugaskan di paroki ini (Paroki St. Paulus Pekanbaru), tetapi berbahagialah karena dari paroki inilah lahir misionaris baru untuk membawa kasih Kristus ke seluruh dunia.
(RP. Antonius Suhud Budi Pranoto, SX – Provinsial Serikat Misionaris

Sesuatu yang Spesial

Dalam perjalanan kami sebagai seminaris, ditahbiskan di Gereja Paroki St. Paulus Pekanbaru merupakan sesuatu yang spesial dan membanggakan. Pastor Yohanes Morgany, SX berterimakasih pada Bapa Uskup yang telah menahbiskannya sebagai Imam. Selain itu, kami berterima kasih pada Provinsial Serikat Misionaris Xaverian Indonesia, RP Antonius Suhud Budi Pranoto, SX yang selama ini saling berkomunikasi jarak jauh, sehingga tahbisan dapat dilaksanakan di tempat ini.

Ketika saya ditanya terkait alasan lokasi pentahbisan di paroki ini, bahkan Pastor Paroki St. Paulus pun juga tidak tahu. Pastor Paroki, P. Yulius Tangke Bandaso, SX berujar bahwa semua itu adalah kehendak Roh Kudus. Saat pertemuan Assemblea Serikat Xaverian, dirinya berinisiatif angkat tangan bahkan dengan kedua tangannya. Tidak lupa, Pastor Yohanes Morgany berterima kasih kepada keluarga terutama orangtua, panitia, petugas liturgi serta semua pihak yang hadir dan terlibat untuk menyukseskan penyelenggaraan penerimaan sakramen imamat ini.
(RP. Yohanes Morgany, SX – Imam Tertahbis)

Orangtua Melihat Dari Surga

Kami sebagai perwakilan orangtua dua Pastor tertahbis sangat berterima kasih kepada semua elemen yang sudah menyumbangkan waktu dan tenaga, sehingga acara pada sore hari ini yaitu Penerimaan Sakramen Imamat bagi dua anak kami, adik kami Pastor Joni dan Pastor Ardin. Terima kasih Bapa Uskup karena sudah berkenan memberikan sakramen pada kedua anak kami ini.

Mungkin boleh dikatakan, saat ini, kami lah keluarga yang berbahagia. Sangat berbahagia karena Tuhan telah menjawab doa-doa kami selama ini, terutama Pastor Ardin yang mungkin saat ini sedih, karena dua orangtua kami yang ‘sudah lama pergi’. Cita-cita orangtua kami adalah ingin sekali salah satu anaknya menjadi seorang imam. Saya tidak tertarik, bahkan mulai dari saya sekolah sampai saya dihantarkan tiba di Jakarta untuk mengambil ordo OFM. Tetapi, Tuhan tidak memilih akhirnya saya keluar, tidak lolos masuk STF Driyarkara. Tetapi, ayah saya pergi meninggalkan kami untuk selama-lamanya saat Ardi masih kelas 1 SMA Katolik. Ibu saya pun ‘pergi’ saat dia menempuh pendidikan STF Driyarkara. Saya selalu berdoa, “Tuhan jika memang engkau berkenan, kabulkanlah cita-cita kedua orangtua saya!” Itu saja yang saya minta pada Tuhan selama ini. Saya yakin, dengan melihat adik kami pada hari ini, orangtua saya di Surga, benar-benar sangat bahagia melihat putera bungsunya yang memilih jalan hidup selibat dengan Allah, yaitu menjadi pelayan umatNya, di mana pun dia diutus.
(Stefanus Ja’u – Perwakilan Keluarga Imam Kampianus Ordin Jemanu, SX)

Bangkitkan Semangat Para Diakon
Melengkapi ungkapan terima kasih dari kata-kata sambutan tadi, sebelumnya Mgr. Vitus berharap salah satu pastor yang ditahbiskan ini ditugaskan di Keuskupan Padang. Tetapi, ternyata tidak demikian. Meskipun begitu, kita tetap bergembira karena penugasan mereka. Terima kasih kepada umat Paroki St. Paulus Pekanbaru dan Parokusnya yang telah menyediakan tempat bagi kita semua untuk merayakan pesta penahbisan ini.

Pesta ini membangkitkan semangat bagi para diakon yang ditahbiskan pada awal Agustus 2023 ini (Diakon Thery, Diakon Bagus, Diakon Roy) supaya mereka semakin menggebu-gebu menunggu gilirannya ditahbiskan menjadi seorang imam. Selain itu, para diakon bisa merasakan dan melihat pastor yang baru ditahbiskan (Pastor Marudut, Pastor Beny) pada momen tahbisan tadi sudah menumpangkan tangan kepada para diakon yang menjadi imam baru ini.
Jalan-jalan ke Paroki Labuhbaru, Pergi bawa beras pulang bawa nasi // Pastor Yohanes Morgany dan Pastor Kampianus Ordin Jemanu, selamat bertugas di daerah misi.
(Mgr. Vitus Rubianto Solichin, SX – Uskup Padang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *