PADANG – “Rasa syukur kepada Tuhan yang telah memilih hamba-Nya yang hina ini dan bersama dengan kelemahan dipakai Tuhan menjadi pelayan-Nya di Paroki Santa Maria Bunda Yesus Padang. Saya juga bersyukur karena ‘dibentuk’ oleh banyak umat. Tidak mungkin bisa jadi seperti sekarang tanpa dorongan dari umat dan keluarga. Telah delapan tempat untuk saya berkarya. Itu membentuk pribadi saya sebagai seorang imam. Tentu tak luput dari suka dan duka. Saya sadari tidak semua orang menyukai kita, pasti ada juga orang yang tidak suka,” kata P. Bernard Lie, Pr, Minggu (27/8).

Hal tersebut disampaikan P. Bernard dalam homili Perayaan Ekaristi sekaligus perayaan 35 tahun Tahbisan Imamat Pastor Bernard (1988-2023) di Stasi Santo Stefanus Sungaipisang. Pastor kelahiran Sungaipenuh, Paroki St. Maria Assumpta Kayuaro 26 Juli 1958 ini ditahbiskan Uskup Padang Mgr. Martinus D. Situmorang, OFMCap. (alm) pada 27 Agustus 1988 di Gereja Paroki Katedral St. Theresia dari Kanak-kanak Yesus Padang.

Dalam bagian lain homilinya, P. Bernard mengisahkan sejumlah pengalaman iman yang didapatkan selama berkarya, termasuk di Kepulauan Mentawai. “Saat saya berangkat dan memantapkan diri menjadi seorang imam, waktu itu papa belum begitu menyetujui, tetapi beliau tetap menyokong. Pada akhirnya, saya bersyukur dan berterima kasih karena akhirnya papa dan mama menjadi Katolik. Ini rahmat luar biasa yang boleh saya terima,” ucap P. Bernard.

Secara khusus, Perayaan 35 tahun tahbisan imamat P. Bernard berlangsung di Stasi Sungaipisang. Selain umat Katolik setempat, tampak hadir sejumlah ‘warga’ gerakan Marriage Encounter (ME) dan Choice Padang. Keluarga Besar Komisi Komunikasi Sosial (Komsos) Keuskupan Padang pun ikut hadir pada momen ini. Dalam acara ramah-tamah, usai Misa Kudus, Ketua Stasi St. Stefanus Sungaipisang, Yarman Zai menyampaikan kegembiraannya, “Baru kali ini, untuk pertama kali, berlangsung perayaan ulang tahun imamat di wilayah ini. Hari ini menjadi hari spesial, sebab berlangsung perayaan pesta tiga puluh lima tahun ulang tahun imamat pastor paroki di sini dengan kondisi umat dan lingkungan gereja yang sederhana. Kami sebagai umat bersyukur kepada Tuhan dan mendoakan pastor tetap bersemangat, sehat, dan selalu dalam lindungan Tuhan untuk menggembalakan umat di paroki ini.”

Di kesempatan sama, acara ramah-tamah, perwakilan karyawan Komisi Komsos Keuskupan Padang yang juga karyawan senior, Sabar Yustinus Sialagan menyampaikan sambutannya. Selain menyampaikan selamat berulangtahun ke-35 tahbisan imamat, Yustinus mengatakan, “Kami meyakini Tuhan akan menggenapi itu semua bersama karya-karya pastor. Bagi kami, Pastor dan Yesus adalah ‘rekan kerja’ yang baik bagi Keluarga Besar Komsos Keuskupan Padang.”

Acara ramah-tamah diisi sejumlah sumbangan acara, antara lain paduan suara dari Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) Ranting St. Stefania Sungaipisang, anak Bina Iman Anak (BIA), Bina Iman Remaja (BIR), dan Orang Muda Katolik (OMK) setempat. Acara diakhiri makan siang bersama (and)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *