PADANG – Arena parkiran GOR Prayoga Padang terlihat semarak oleh kehadiran tiga ratusan peserta acara Jalan Santai dan Senam Sehat, Kamis (28/9). Acara yang dikoordinir Panitia HUT ke-99 dan 100 Wanita Katolik RI DPD Sumatera Barat merupakan salah satu rangkaian aktivitas menuju puncak perayaan Seratus Tahun Wanita Katolik RI. Selain para perempuan anggota Wanita Katolik RI dari tiga cabang di Kota Padang, acara juga diikuti perempuan dari kelompok agama lain dan khalayak umum.

Tatkala dihubungi GEMA, Ketua Presidium Wanita Katolik RI Dewan Pengurus Daerah (DPD) Sumatera Barat, Theresia menyatakan aktivitas bersama ini merupakan bagian menuju ulang tahun ke-100 Wanita Katolik RI yang berpuncak pada 26 Juni 2024. “Kami berharap, lewat kegiatan seperti ini terjalin persatuan dan kesinambungan kerjasama komunitas basis. Momen ini juga menggerakkan para perempuan mendapat manfaat kesehatan berjalan kaki dan bersenam,” ucap Theresia.

Sementara itu, dihubungi terpisah, Ketua Panitia Pelaksana, Lucia Lie mengungkap acara ini merupakan kesempatan menggerakkan komunitas basis yang sejalan dengan moto mensana in corpore sano (dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat). Di kesempatan ini, sambung Lucia, panitia mengundang sebanyak mungkin warga masyarakat ikut terlibat. “Tidak hanya sebatas anggota Wanita Katolik RI Sumbar di Padang. Upaya ini sekaligus memperkenalkan keberadaan organisasi. Aneh juga, usia organisasi hampir seratus tahun, masih ada yang belum mengenal Wanita Katolik RI! Selain itu, kegiatan ini merupakan wujud aktivitas ke luar, tidak hanya seputar altar. Selain itu, juga terdapat sejumlah rencana kegiatan menuju puncak ulang tahun tahun depan (2024), termasuk kegiatan bakti sosial/baksos, bazar,” ungkapnya penuh semangat.

Tatkala dimintai komentarnya di sela-sela acara, tiga peserta dari khalayak umum (Monta Wijaya, Alex, dan Fitri) menyatakan sangat suka dengan acara ini. “Kami mendukung acara kebersamaan seperti ini, sekaligus berharap tidak terputus. Kami akan menunggu informasi kegiatan selanjutnya dan berusaha bisa mengikutinya lagi, dalam bentuk kegiatan yang lain,” ucap Alex.

Salah satu 20 peserta dari kelompok Wanita Buddhis Vihara Buddhawarman Padang, Suyati, sangat mengapresiasi kegiatan ini. Staf Pembimas Buddha Kanwil Kementeria Agama RI Provinsi Sumatera Barat ini berujar, “Kegiatan seperti ini merupakan praktik nyata dari moderasi beragama! Melakukan kegiatan bersama antar penganut agama dalam suasana ketertiban. Pemerintah juga memberi kebebasan kepada kita sebagai warga negara yang memiliki Tuhan. Juga, kita bisa mendorong dan mendukung ketertiban sebagai praktik nyata bahwa kita saling menyayangi dan mengasihi sesama. Inilah ajaran dasar hidup beragama setiap manusia: menyebarkan cinta kasih pada sesama supaya terbentuk perdamaian dunia.

Salah satu peserta dari Persatuan Wanita Kristen Indonesia (PWMI) Sumatera Barat, Meriwati br. Sitorus mengaku sangat senang mengikuti kegiatan ini. “Kita sepakat Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) harus terus ditegakkan! Khusus di Sumatera Barat, kita ingin terjalinnya persatuan dan kesatuan, tanpa melihat perbedaan latar belakang. Terkhusus di kalangan para perempuan yang menjadi penggerak di Indonesia dalam iklim emansipasi,” ucapnya kepada GEMA.
Kegiatan diawali dengan pelepasan peserta acara jalan santai dengan pengibaran bendera start oleh ketua panitia. Peserta menempuh rute Jalan WR Monginsidi, Diponegoro, Pancasila, Samudera, dan kembali ke pelataran parkir GOR Prayoga. Di lokasi, sejumlah mata acara disiapkan panitia. Selain senam bersama, acara dimeriahkan sejumlah mata acara lomba atraktif dan penarikan door-prize. Tidak hanya diikuti kaum hawa, acara juga diikuti sejumlah lelaki, bahkan mendapat kesempatan memimpin line-dance. (hrd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *