Saya bersyukur kepada Tuhan, karena punya orangtua yang masih lengkap. Kini, papa Darwin berumur 90 tahun. Mama Erna berusia 88 tahun. Sekitar dua puluh tahun silam, Mama Erna masih menjalankan kepercayaan yang diberikan Paroki Katedral Padang sebagai salah satu petugas pembagi Komuni Kudus serta aktif sebagai legioner. Sejalan waktu, tentu tidak memungkinkan lagi mama melaksanakannya. Papa dan Mama berada di rumah di Padang.
Awal Oktober silam, saya menyempatkan diri untuk melihat kondisi papa dan mama di Padang. Saya adalah anak keempat dari 7 bersaudara. Kini, papa mama mempunyai 14 cucu dan 2 cicit. Sebagai anak, tentulah saya ingin membahagiakan papa mama di masa tuanya. Sebisa dan semampu saya. Terkadang, arti dari membahagiakan orangtua tidak sama artinya antara keinginan kita – sebagai anak – dengan kemauan orangtua. Sebagai anak, kita hanya bisa mengikuti hal yang dimaui dan disenangi orangtua. Mungkin kita anggap satu hal baik, namun belum tentu sejalan dengan pemikiran mereka.

Namun, yang pasti, sebagai anak, kemauan membahagiakan orangtua di masa lanjut usianya merupakan bentuk bakti anak kepada orangtua. Yang pasti, kami anak-anak dari Papa Darwin Mama Erna bisa mengingat masa lalu. Perjuangan mereka berdua membesarkan, mendidik, dan mengasah kami, tujuh anaknya. Saya pribadi merasa hal-hal yang telah dilakukan saya dan saudara-saudari lainnya kepada orangtua masih belum seberapa dibandingkan kasih sayang yang dicurahkan. Yang pasti, hingga saat ini, kami selaku anak ingin sekali membahagiakan papa mama di masa usia lanjut.

Saya lihat dan amati, ternyata keinginan orangtua, papa mama tidak muluk-muluk. Saat saya membezuk papa mama kemarin, terlihat bahwa mereka hanya ingin anak-anaknya mendengarkan cerita-cerita mereka, keluh kesahnya. Sungguh terasa, papa mama ingin sekali menjadikan kami anak-anaknya sebagai teman di masa tuanya. Memang, hal ini merupakan keinginan dan kemauan yang wajar. Kami ingin sekali namun adakalanya tidak mudah, karena kami, anak-anaknya, tinggal di kota berbeda. Saya berdomisili di Pekanbaru. Ada rencana kami untuk mengajak papa mama pindah ke kota yang anaknya banyak, tetapi mereka berdua tidak mau. Mereka betah di Padang. (hrd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *