Tanpa terasa, pada 31 Juli 2023, Kelompok Lansia Ceria (LC) PSKP Santu Yusuf Keuskupan Padang telah berusia tujuh tahun. Pada 31 Juli 2016, kegiatan perdana kelompok LC. Sempat vakum beberapa saat akibat Pandemi Covid-19, namun mulai tahun 2023, mulai diaktifkan kembali.
Suami saya, Antonius Sukiatno (alm) terlebih dulu ikut kegiatan LC. Saya diajak suami ikut serta. Sejak empat tahun terakhir, saya mengikuti aktivitas LC. Saat pertama kali ikut, saya merasakan adanya semangat kebersamaan dan kegembiraan di antara sesama manusia usia lanjut (manula) – atau lebih dikenal istilah lansia. Saat itu, peserta LC masih berjumlah 40-60 orang. Acara LC berlangsung setiap Minggu terakhir setiap bulan, mulai sekitar pukul 10.30 hingga pukul 13.00 atau 14.00 WIB. Tergantung pada materi acara pada saat itu. Di tengah kegiatan, peserta LC bersantap siang bersama.
Kegiatan LC pun tidak lepas dari aktivitas kerohanian. Kalau pada Bulan September diperingati sebagai Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN), maka ada lomba baca Kitab Suci misalnya. Begitupun kalau ada momen peringatan Hari Kemerdekaan (Bulan Agustus), juga ada acaranya. Kalau masuk Bulan Rosario di Bulan Oktober. Juga ada perayaan ulang tahun bersama. Hingga kini, keanggotaan LC terus bertambah, mencapai sekitar 170-190 orang.

Tidak banyak persyaratan untuk bisa bergabung dalam kegiatan Lansia Ceria (LC). Yang pasti, tergolong kategori lanjut usia, di atas 65 tahun. Dalam kegiatannya, peserta diharapkan tidak malu-malu terlibat penuh. Walau digagas pertama kalinya oleh PSKP Santu Yusuf Keuskupan Padang, namun pesertanya tidak hanya di kalangan anggota perkumpulan. Bahkan, ada juga dari kelompok Kristen dan Buddha. Tentu saja, dalam hal pemilihan kegiatan, penyelenggaranya, kebanyakanan anak muda, selalu mengacu pada kondisi fisik para anggota LC.

Singkat kata, LC bertujuan sebagai ajang dan tempat saling berbagi, menjalin semangat kebersamaan, mengembangkan suasana ceria di antara para manula.lansia. Pada Mei 2023, berlangsung kegiatan LC di Paroki Santa Maria Bunda Yesus Padang. Pada Oktober 2023, kami berkunjung ke Paroki St. Fransiskus Assisi Padang. Lewat kegiatan LC, diharapkan para lansia bisa ceria menjalani masa lansia, membuka pergaulan sesama lansia, kesempatan untuk bertemu dengan kawan lama. Waktu pertemuan memang tidak berlama-lama. Selain ngumpul, ada kegiatan yang memberi bobot perjumpaan tersebut; misalnya senam atau penyuluhan.

Namun, kami akui, belum terarah perhatian terhadap lansia yang tidak bisa ikut serta kegiatan LC, karena alami keterbatasan tertentu; misalnya sakit. Peserta LC adalah lansia yang masih sanggup datang ke Geung Santu Yusuf. Untuk hal tersebut, memang masih di luar jangkauan kami. Masih sebatas lansia yang masih aktif, cukup kuat untuk datang ke PSKP Santu Yusuf. Bisa datang/hadir ke lokasi acara. Masih ceria. Setahu saya,biasanya peserta LC datang ke lokasi bersama dengan teman sebaya yang berdekatan rumah, bertetangga. Sama-sama naik gocar. Ada juga beberapa di antaranya yang diantar anak atau cucu.
Bahagia di masa usia lanjut! Salah satu caranya adalah lewat ikut kegiatan kebersamaan dalam LC ini. Di sini, mereka merasa diperhatikan/mendapat perhatian, misalnya perayaan hari ulang tahun (HUT). Mungkin kalau di rumah tidak pernah dirayakan. Ada pendataan awal pada pertama kali mereka bergabung. Benar-benar murni diikuti para lansia. Anak dan cucu tidak diikutsertakan dalam aktivitas LC. Dengan demikian, diharapkan, para lansia dapat merasa lebih nyaman, lepas, bebas dengan sesama yang sebaya. Bisa bernyanyi lagu-lagu lama dan bernostalgia kembali. Spontanitas berkisah dengan apa yang mereka jalani.

Kini, seiring dengan semakin banyak yang mau bergabung ke LC, maka persyaratan diperketat. Mereka yang berumur 60 atau 61 tahun, atau di bawah 65 tahun belum bisa diterima sebagai peserta LC. Cukup banyak yang terpaksa ditolak setelah dicek tanggal lahir calon peserta. Kiranya, LC yang diinisiasi PSKP Santu Yusuf Keuskupan Padang dapat memerhatikan para lansia yang selama ini kurang mendapat perhatian. Selain itu, juga memberi kegiatan bagi para lansia ketimbang bengong sendirian di rumah. Terlihat, peserta LC sungguh dan sangat merindukan adanya pertemuan kebersamaan seperti LC. Kerap muncul pertanyaan: kapan kita ngumpul lagi?! Ada rasa ingin jumpa setiap bulan. Kerinduan bisa berjumpa setiap bulan. Kerinduan dari lansia yang tidak lagi melihat aneka perbedaan latar belakang kehidupan tiap individu lansia yang masih bisa beraktivitas. Dalam pertemuan LC, ada kalanya kami mengundang pastor atau suster untuk memberikan renungan. Harus diakui masih banyak lansia yang lain yang masih belum terlayani dalam aktivitas LC.

(Elisabet Tutiarningsih
Wakil Ketua Kelompok Lansia Ceria PSKP Santu Yusuf Keuskupan Padang)/diolah dari wawancara/hrd.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *