PADANG – “Persekutuan Doa Pembaruan Karismatik Katolik/PDPKK Santo Leo Padang merupakan persekutuan doa kesepuluh dalam koordinasi Badan Pelayanan Keuskupan Pembaruan Karismatik Katolik (BPK-PKK) Keuskupan Padang. PDPKK Santo Leo baru saja dilantik pembentukannya oleh Moderator BPK-PKK Keuskupan Padang, P. Alexander Irwan Suwandi pada Jumat, 22 September 2023,” ungkap Koordinator BPK-PKK Keuskupan Padang, Marcelinus, kepada GEMA, Jumat (13/10) senja.

Marcelinus menambahkan bahwa BPK-PKK Keuskupan Padang terbuka untuk berbagai kategori. “Pada pelantikan kemarin, untuk kelompok para penghuni Panti Asuhan Santo Leo Padang. Sebelumnya, kami menawarkan kepada pihak panti untuk satu persekutuan doa karismatik. Disambut positif. Kami menjajaki dan akhirnya terealisir. Tentu saja, hal ini merupakan kebahagiaan tersendiri bagi BPK-PKK, karena lewat gerakan karismatik Katolik ini, para penghuni panti pun bisa merasakan besarnya kuasa Tuhan dalam hidup mereka.”

Kepada kru GEMA, Marcelinus juga mengungkap bahwa lewat pembentukan PDPKK Santo Leo Padang, para penghuni panti – yang masih berusia muda – belajar melayani sesama sebaya dan menggalang kerja sama. “Ini juga menjadi satu kesempatan untuk pengembangan karunia dan talenta penghuni panti untuk dipakai Tuhan dalam pelayanan. Tuhan memberikan talenta pada setiap kita untuk lebih mengenal Dia melalui pujian dan penyembahan serta kebersamaan. Selain itu, menurut data mengenai PDPKK, boleh dikatakan PDPKK Santo Leo Padang merupakan persekutuan doa yang pertama terdiri dari para penghuni panti asuhan. Dalam koordinasi BPK-PKK Keuskupan Padang terdapat persekutuan doa kalangan Orang Muda Katolik/OMK, karyawan, pengusaha, dewasa, dan umum. Karismatik untuk semua orang! Pada kesempatan pembentukan kemarin, terdiri para penghuni panti. Saya kira, hal ini merupakan suatu hal yang baru, bahkan bisa jadi yang pertama di Indonesia.”

Kru GEMA hadir pada kesempatan persekutuan doa perdana setelah pelantikan pengurus PDPKK Santo Leo Padang periode 2023-2024. Pelantikan berlangsung dalam Misa Kudus yang dipimpin Moderator BPK-PKK Keuskupan Padang, P. Alexander I. Suwandi, Pr. (22/9). Saat penampilan perdana ini, Jumat (13/10), selain anggota PDPKK Santo Leo Padang juga tampak hadir pengurus BPK-PKK Keuskupan Padang serta sejumlah anggota persekutuan doa karismatik Katolik lainnya. Moderator PDPKK Santo Leo Padang yang juga pengawas Panti Asuhan Santo Leo, Sr. Isabella Bili Lete, SCMM membawakan renungan berjudul “Mengenal Diri Sendiri”. Seluruh rangkaian aktivitas persekutuan doa ini dikoordinir Yunia M. Zai.

Kepada kru GEMA, Sr. Isabella mengungkap tanggapan positifnya atas pembentukan PDPKK Santo Leo Padang ini. “Sebab dapat membangun semangat doa bagi anggotanya, menambah pengetahuan penghuni panti dalam hal doa di lingkup Gereja Katolik. Bahwa di Gereja Katolik, terdapat aneka macam/jenis doa, tidak hanya monoton. Lewat PD, juga dapat berlangsung pengembangan bakat bermusik dan bernyanyi penghuni panti. Mereka punya keberanian memimpin. Lewat persekutuan doa, kami menjadi lebih terbuka. Doa tidak hanya untuk diri kita sendiri. Memang, bagi saya pribadi, aktivitas dan keberadaan PDPKK telah lama diketahui, namun ‘masih baru’ bagi 28 penghuni panti, sehingga menimbulkan pertanyaan-pertanyaan mengenai persekutuan doa. Namun, kami sadari untuk tidak terkungkung dengan hal yang ada dan nyaman selama ini dan selalu berpikir positif,” ucap Sr. Isabella.

Sebagai moderator, Sr. Isabella berharap para penghuni panti asuhan mengenal orang lain, tidak merasa rendah diri atau minder, percaya diri, serta pengembangan diri dalam bidang rohani. “Sebagai ‘pendatang baru’, kami butuh dukungan dari sesama anggota persekutuan doa senior dan umat dengan segenap keterbatasan yang dimiliki. Memang, setiap hari sudah ada jadwal berdoa di panti. Kami sediakan waktu satu hari tertentu untuk persekutuan doa, Jumat sore. Dengan mempertimbangkan kepadatan jadwal aktivitas harian di panti dan pendidikan di sekolah, disepakati persekutuan doa berlangsung dua mingguan. Dua kali sebulan,” ujarnya.

Dihubungi terpisah setelah aktivitas persekutuan doa, Koordinator PD PKK St. Leo, Yunia M. Zai mengaku terkejut pertama kali tatkala dipercaya sebagai koordinator. “Namun, setelah coba ikuti tahapan berikutnya, saya merasa senang, terharu, bangga. Kelompok PD ini dipercayakan kepada saya untuk mengoordinirnya. Sebelumnya, saya tidak pernah mengikuti kegiatan PD yang ada. Ini adalah pertama kalinya saya mengikuti PD. Bahkan, sebelumnya, saya juga tidak pernah mendengar hal-ikhwal persekutuan doa karismatik Katolik. Kami mengenal PD lewat beberapa ibu yang datang ke sini,” ungkap Yunia.
Dirinya mengaku tertarik persekutuan doa oleh beberapa hal. “Cara membawakannya membuat kita lebih bersemangat. Ternyata, cara berdoa dalam Katolik tidak monoton. Saya pun mulai semakin mengenal lagu-lagu gereja. Selama ini, kami hanya berdoa dengan cara yang biasa. Adanya PD ini sungguh mengubah cara pikir dan cara pandang kami, karena ternyata ada lagi cara berdoa yang lain. Sosialisasi tentang PD di lingkungan panti sejak September 2023. Mulanya, kami sekedar ikut-ikutan dan mengikuti saja rangkaian aktivitas persekutuan doa, termasuk saat sharing dan pembahasan Kitab Suci. Di sini, panti asuhan, terdapat 28 penghuni dan dua suster pengawas,” ujarnya. (hrd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *