PANGKALAN KERINCI – Paroki Hati Kudus Yesus (HKY) Pangkalan Kerinci, Riau, mempunyai pastoran yang bagus dan lengkap. Bapa Uskup Wali Gereja Keuskupan Padang, Mgr. Vitus Rubianto Solichin memberkati dan meresmikan pemakaian pastoran setempat, Sabtu, 21 Oktober 2023, pagi. Sekitar lima ratus umat paroki setempat – berasal dari berbagai stasi, para imam SCJ dan diosesan Keuskupan Padang, serta beberapa donatur menjadi saksi mata dan sejarah pada momen tersebut.

Saat menyampaikan homili, Bapa Uskup menyampaikan esensi pastoran sebagai rumah tinggal orang yang ditunjuk dan menjadi wakil hierarki sebagai gembala umat di suatu tempat tertentu. Istilah seperti ini telah dimulai sejak abad kesebelas. Rumah pastor paroki di samping gereja dan orang tahu di tempat tersebut pastor paroki berdomisili/berdiam.

“Biasanya, sebelum gereja berdiri, diharapkan telah ada rumah – walaupun sederhana – tempat bermukim pastor. Dari tempat inilah pastor membangun umat dan mulai mendirikan gereja. Pastoran juga menjadi tempat umat datang berkumpul/bertemu untuk membicarakan perkembangan penggembalaan umat, termasuk di Paroki HKY Pangkalan Kerinci ini,” ungkap Uskup Vitus.

Masih dalam homili, Bapa Uskup melanjutkan, “Kita, umat, tidak hanya di paroki ini tetapi juga di paroki lainnya mencita-citakan, merindukan perjumpaan dengan pastor yang tidak sekedar sebagai ‘manajer’, melainkan sebagai ‘bapak’ untuk umat. Begitupun, umat merasa diundang, tidak merasa takut memasuki pastoran, karena pastoran itu begitu terbuka. Bahkan, di beberapa paroki, pastoran terbuka hingga malam hari. Di tempat lain, ada juga pastoran yang menentukan jadwal istirahat atau jadwal tertentu. Mari datang dan lihatlah! Come and see! Sikap keterbukaan semacam inilah yang membuat umat merasa memiliki (sense of belonging) pastoran. Umat merasa ikut dekat dengan gereja. Seakan berjumpa dengan Yesus sendiri, tatkala umat berjumpa dengan para imam di pastoran.”

Uskup Vitus menambahkan, “Orang terkesan saat bertemu Yesus, karena dekat tinggal bersama Tuhan, sebagaimana Mazmur 91. Saya kira, bukan hanya pastor yang rindu punya pastoran dekat dengan (bangunan) gereja. Umat pun punya kerinduan untuk tetap tinggal di rumah Tuhan, tinggal dekat gereja, apalagi ada sekolah dekat gerejanya. Hal ini bisa membuat kita menjadi aktif dalam kegiatan dan ikut ambil bagian untuk memberi tenaga, waktu, perhatian. Kita inginkan paroki, kevikepan, dan keuskupan semakin tertata rapi, khususnya dalam pengarsipan dan dokumentasi. Ada ruang arsip yang ditata khusus, terlebih dalam konteks Basis Integrasi Data Umat Keuskupan (BIDUK).”

Setelah Perayaan Ekaristi, berlangsung pengguntingan pita pintu masuk pastoran, serta penandatanganan prasasti oleh Bapa Uskup Wali Gereja Keuskupan Padang, Mgr. Vitus Rubianto Solichin dan Pastor Paroki HKY (P. Aloysius Suyoto, SCJ). Juga berlangsung ramah-tamah yang diisi sumbangan acara, santap siap bersama, manortor, dan penggalangan dana – untuk melengkapi fasilitas pendukung yang masih belum lengkap. Jelang penutup rangkaian acara hiburan, berlangsung tari khas ala etnis Nias, maena, yang dibawakan umat Lingkungan Ignasius.

Kepada GEMA, usai Misa Kudus, salah satu tokoh umat Paroki HKY yang juga anggota DPRD Kabupaten Pelalawan, Riau, Monang Eliezer Pasaribu menyampaikan ucapan selamat atas pemberkatan pastoran. “Sebagai umat, saya bersyukur kepada Tuhan dengan dibangunnya Pastoran yang diberkati dan diresmikan hari ini (21/10). Tentu saja, hal ini tidak luput dari kerjasama umat, panitia pembangunan, dan para donatur. Saya berharap, selaku umat, pelayanan pastoral pun semakin semakin bagus di Paroki HKY ini, termasuk umat di stasi-stasi. Dilihat dari bangunannya, pastoran ini termasuk lengkap dan cukup megah, representatiflah! Dengan diresmikannya pastoran ini, semangat pelayanan para imam pun semakin bertambah,” tandasnya penuh semangat.

Sementara itu, tatkala dihubungi terpisah, sehari sebelumnya, Pastor Paroki HKY Pangkalan Kerinci, P. Aloysius Suyoto, SCJ mengungkap latar belakang pendirian pastoran. “Selama ini, kita menggunakan pastoran sederhana sejak pendirian paroki (2009). Tempat tersebut sebenarnya difungsikan untuk dipakai koster atau penjaga gereja. Hanya ada empat kamar di pastoran lama. Boleh dikatakan tidak memadai sebagai pastoran. Sejak saya bertugas sebagai pastor paroki di sini (2015), kami berinisiatif mendapatkan izin pembangunan. Sejak Februari 2022, kami mulai membangun. Kini, telah selesai bangunan pastoran dua lantai. Terdapat 8 kamar, kapel, ruang rekreasi, dapur, ruang makan, ruang administrasi dan rapat, ruang konsultasi, serta kantor. Sekarang, sudah lengkap dan siap digunakan,” ungkap P. Aloysius.

Dalam rangka pemberkatan dan peresmian pastoran, GEMA mewawancarai tenaga pastoral senior Paroki HKY, Bruder Markus Islumiyanto, SCJ. Tenaga pastoral sejak 3 September 2012 ini berharap adanya pastoran baru ini bisa lebih menjalankan karya pelayanan pastoral, paroki lebih maju dan berkembang sebab telah ada fasilitas pendukung. “Lewat pertemuan-pertemuan, tenaga pastoral ingin mengembangkan swadaya tentang kemanusiaan, membangun kemanusiaan. Umat semakin teguh beriman serta setia menghidupi imannya,” ungkap Br. Markus.

Kunjungan pastoral Bapa Uskup Vitus juga diisi dengan penerimaan Sakramen Krisma bagi 89 peserta, di Gereja Paroki HKY Pangkalan Kerinci Riau, Minggu (22/10) pagi. Dalam homilinya, Bapa Uskup mengharapkan para krismawan-krismawati dapat menjadi orang Katolik yang semakin matang dan dewasa, menjadi Saksi Kristus di tengah masyarakat. Seusai Perayaan Ekaristi, berlangsung acara hiburan dan santap siang bersama di Aula Paroki. (hrd & ben)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *