Pada suatu hari, Romo Kebet sedang mengisi waktu sorenya dengan berkebun di kebun sebelah Pastoran. Ditengah aktivitasnya itu, tiba-tiba datang seorang OMK bernama Bimo. “Selamat sore ,Romo,” sapa Bimo. Romo Kebet mejawab,”selamat sore, Bimo. Wahhh, kebetulan kamu hadir nih. Kita bisa panen ubi nih.”

“Hahahaaha.. Ayuk Mo. Kita panen ubinya,” ucap Bimo dengan semangatnya. Seperti biasanya, Romo Kebet selalu berbagi hasil ladangnya dengan umat yang kebetulan datang saat dirinya sedang berkebun. Memang ketika Romo Kebet datang ke Paroki ini hasil kebun semakin baik karena tumbuhan-tumbuhannya terawat. Tak khayal juga buah-buahannya memiliki cita rasa manis yang berbeda dengan buah-buahan yang dijual di pasar. Hama seperti ulat dan serangga pengganggu punjarang bahkan bisa dibilang tidak ada.

Sambil mempersiapkan arang pembakaran untuk ubi, Bimo penasaran tanaman di kebun pastoran ini semakin baik. “Mo! Romo dulu pernah mengenyam pendidikan di bidang agroteknologi yaa? Kok bisa mengerti tentang merawat tanaman?” tanya Bimo. “Ohh, tidak. 

Saya hanya belajar dari ‘Mbah Google’ dan ‘Youtube’. Bisa dibilang informasi yang ingin Romo cari bisa ditemukan melalui dua website itu.” Mendengar jawaban itu, Bimo takjub dengan rasa ingin tahu Romo Kebet. “Tapi yang terpenting adalah kita mencintai sesuatu yang kita lakukan. Lakukan dengan bahagia. Makanya kamu, Bimo, jangan terpaksa ketika melakukan suatu pekerjaan karena pasti hasilnya tidak akan baik,” tambah Romo Kebet. “iyaa, Mo. Setuju! Untung Romo Kebet yaa, tidak kudet (kurang update),dan tidak gaptek(gagap teknologi) ” balas Bimo sambil tertawa (bud)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *