SIAP MELAKUKAN KEHENDAK ALLAH
HARI MINGGU ADVEN I (3 Desember 2023)
Kej. 3:9-15, 20; Mzm. 98:1, 2-3ab; 3bc-4;
Ef. 1:3-6, 11-12; Luk. 1:26-38.

BANGSA ISRAEL dalam segala kesulitan dan penderitaan mau setia kepada Allah, sebab mereka percaya dan mengharapkan bahwa Allah sendiri akan datang untuk membebaskan mereka dari kesusahan; dan karena itu mereka selalu memupuk harapan itu. Mereka sadar bahwa mereka dihukum karena dosa mereka, dan mengharapkan pengampunan. Dengan penuh semangat mereka berdoa agar Allah membuka surga-Nya dan mau datang menyelamatkan mereka. Merekapun sangat yakin bahwa Allah akan memberikan kasih karunia kepada mereka. Dan Allah itu setia; dan di dalam Dia kita menjadi kaya dalam segala hal, dalam segala perkataan dan pengetahuan sebagaimana yang diungkapkan Paulus kepada jemaat di Korintus.

Yesus menjelang akhir hidup-Nya mengajak para murid-Nya agar dengan penuh harapan mereka menantikan kedatangan Allah. Sikap yang dituntut Yesus dalam menantikan kedatangan Allah bukan secara pasif, bukan dengan tidak berbuat apa-apa, bukan dengan sikap acuh tak acuh, tidak peduli dan masa bodoh. Yesus minta agar menantikan kedatangan Allah dengan berjaga, harus waspada dan siap sedia untuk menyambut datang-Nya kapanpun dan dalam situasi apa saja, Ia akan selalu datang. Kedatangan-Nya dinantikan dalam pengharapan, dengan berjaga dan waspada. Itulah adven orang beriman.

Yesus itu sudah, sedang, dan akan datang. Ia datang dalam hati, dalam keluarga, dalam kehidupan bersama, dalam Gereja dan masyarakat. Ia datang dalam setiap peristiwa dan pengalaman hidup setiap hari, setiap kali kita berbuat baik, juga ketika merayakan kehadiran-Nya dalam sakramen-sakramen, dalam doa-doa; juga ketika membangun hidup yang rukun, damai, saling mengasihi dan mengampuni, di sana Ia selalu hadir.

Tuhan juga datang pada saat akhir hidup manusia. Kehadiran-Nya itu perlu disadari dan mengalaminya. Bahkan di masa penuh rahmat ini, masa Adven, secara khusus dengan penuh pengharapan kita menantikan kedatangan-Nya. Ia datang dan hadir juga dialami dalam hati yang siap, dalam hati yang berjaga, sehingga menjadi berkat bagi yang siap menyambut-Nya.
Mengapa menantikan-Nya dalam pengharapan. Karena Yesus adalah pembawa keselamatan, pembawa damai, pembawa kepenuhan, penyembuh luka-luka, karena Ia adalah Emmanuel. Allah beserta kita. Ia datang setiap saat kapan saja, di saat yang tak terduga. Kita berjaga penuh pengharapan karena kita pun tidak tahu saatnya Tuhan datang. Adven menjadi sangat istimewa karena kita menantikan-Nya dalam pengharapan. Ketika memiliki pengharapan, kita tidak pernah akan dikecewakan.

Selama masa Adven ini, marilah kita tetap melakukan segala sesuatu dalam hidup dan karya di tempat tugas kita masing-masing dengan baik dan jujur, benar dan adil, setia dan tabah, penuh rasa tanggungjawab, disiplin diri, penuh pengorbanan, dengan sungguh-sungguh dan dengan dengan penuh kasih; juga ketika kita boleh menerima orang lain dengan penuh persahabatan, saling mengampuni, saling membantu.

Semangat doa ditingkatkan, sambil terus menyingkirkan dari diri dan hidup hal-hal yang menghalangi perjumpaan dengan Tuhan. Kita buang jauh-jauh dosa, kesombongan, iri hati, benci dan dendam yang bisa menghalangi rahmat Tuhan. Kita bertobat dan kembali ke jalan Allah. Karena dalam Dia ada hidup, dan hidup dalam segala kelimpahannya. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *