Sebastianus Happy Subagio (48) memilih aktif mengereja sebagai bentuk panggilan dalam dirinya sendiri. Saat ini, ia menjabat Anggota Dewan Keuangan Paroki St. Paulus Pekanbaru sebagai Pengelolaan Aset (2023-2028). Sebenarnya ia merasa hanya umat biasa yang tak pernah mengajukan diri sebagai pelayan menggereja. Hal ini bermula pada tahun 2020. 

Pada saat itu Pastor Paroki, Pastor Franco Qualizza, SX. meminta kesediaannya sebagai Koordinator Protokol Kesehatan Covid-19 pada saat gereja dibuka kembali di tengah Pandemi Covid-19. Happy dengan senang hati menerima tanggangjawab itu hingga pandemi usai.
Alumni Diploma III Akuntansi Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (1998) ini, dipercaya sebagai Koordinator Basis Integrasi Data Umat (BIDUK) dan Koordinator Seksi Pengembangan Sosial dan Ekonomi (PSE) Paroki St. Paulus Pekanbaru (2020-2023). 

Selain itu, pada tahun 2022, Happy juga pernah ditunjuk sebagai Koordinator Tim Penggerak Sinode Uskup.
Tak hanya aktif di gereja, Suami Laurensia Yenni Siasono (45) ini juga aktif sebagai pengurus di bidang olahraga bola basket. Happy pernah menjadi Ketua Bidang Organisasi dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (PERBASI) Provinsi Riau (2011-2015) dan Sekretaris Umum PERBASI Kota Pekanbaru (2015-2019). Setelah itu dipercaya kembali menjadi Ketua Bidang Organisasi dan Pengembangan Sumber Daya Manusia PERBASI Provinsi Riau (2019-2023) tetapi mengundurkan diri, pada tahun 2021 karena lebih memilih untuk lebih fokus dalam pelayanannya di gereja. Selain itu, dipercaya Koordinator Sosial dan Olahraga Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI ) Kota Pekanbaru (2020-2023).

Happy mengaku keterlibatan pelayanan menggereja merasa Tuhan sangat mencintainya dan mendengar semua doanya. Seperti yang sering saya doakan ‘Tuhan pakailah saya sesuai kemampuanku untuk menjadi saluran berkat bagi sesama.’ Banyak orang yang selama ini merasa takut terbengkalai pekerjaannya ketika aktif pelayanan di gereja. Meski banyak kesibukan waktu menggereja bahkan pandemi covid19 pada waktu itu sangat sulit untuk dilewati tetapi semua pekerja di kantor berjalan lancar. Ternyata melayani Tuhan itu tidak ada kekurangan semua tercukupi,” ucapnya.

Lelaki kelahiran Kediri, Jawa Timur 18 April 1975 ini, dipercaya Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) menjadi Sekretaris Tim Penulisan Sejarah Paroki St. Paulus Pekanbaru yang ditunjuk oleh pastor paroki. Sebelum tugas itu datang, kami sudah mempunyai agenda tersebut sebagai kado ulang tahun Paroki St. Paulus Pakanbaru yang Ke-25 tahun yang akan datang. “Tantangan pelayanan saat ini, seringkali terjebak dalam dilema, terkadang program atau aturan yang putuskan, umat kurang menerima. Harapan saya hidup ini adalah kesempatan. jika merasa Tuhan sudah memberkati hidupmu, bagilah berkat itu juga untuk orang lain supaya hidup kita menjadi berkat,” ungkapnya mengakhiri. (ben)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *