Secara umum, umat lanjut usia (Lansia) sering diabaikan oleh gereja dengan alasan faktor usia yang tak muda lagi dan kesehatan, sehingga peran dan kedudukannya tidak begitu terlihat di dalam gereja. Ini adalah permasalahan yang sering didapatkan di dalam gereja terhadap kedudukan dan peran lansia di dalam dan di luar gereja. Gereja berdiri karena adanya warga gereja (Orang Muda, Remaja, Dewasa, dan Orangtua) artinya bahwa lansia turut memiliki peranan aktif dan berkesinambungan di dalam gereja sehingga membantu merubah pandangan mengenai lansia dan dapat meningkatkan kualitas pelayanan di gereja.

Dalam Dewan Pastoral Paroki (DPP) St. Fransiskus Assisi Padang umat Katolik lansia disebut Warga Senior (Warsen). Nama ini muncul agar bahasanya lebih sopan dan etis didengar para lansia dan umat kita. Kehadiran Warsen dalam paroki ini, terkait pengalaman pelayanan Pastor Petrus di Bintaro Jakarta yang memiliki program kerja dan pelayanan bagi lansia terhadap gereja. “Saya beranggapan mengapa tidak kita terapkan di paroki kita ini? Logikanya kalau ada pelayanan untuk seusia Bina Imam Anak (BIA), usia Orang Muda Katolik (OMK), dan usia Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) bagi kaum perempuan dan kelompok usia kategorial yang lain. Pelayanan tingkatan usia lansia juga harus kita sadari bersama bahwa ini dibutuhkan,” ungkap P. Petrus Hardiyanto, SX.

Pastor Petrus juga menjelaskan pesan Paus Fransiskus untuk Hari Orangtua dan Lansia menyampaikan, “Mengajak untuk membuat gerakan nyata yang melibatkan kakek-nenek dan para lanjut usia. Jangan kita tinggalkan mereka. Kehadiran lansia dalam keluarga dan masyarakat sangatlah berharga. Kehadiran lansia mengingatkan kita bahwa kita ini berbagi warisan yang sama dan kita merupakan bagian dari masyarakat yang setia menjaga akarnya. Melalui para lanjut usia, kita menerima anugerah menjadi umat milik Allah yang kudus. Gereja, juga masyarakat, membutuhkan mereka, karena lansia memberikan kepada generasi masa kini masa lalu yang dibutuhkan untuk membangun masa depan.

Banyak orang takut dengan usia lanjut. Mereka menganggapnya semacam penyakit yang sebaiknya tidak berkontak dengan siapa pun. Menurut mereka, orang lanjut usia bukanlah urusan mereka dan harus dipisahkan, mungkin di rumah atau tempat di mana mereka dapat dirawat, agar kita tidak harus berurusan dengan masalah mereka. Ini adalah pola pikir dari “budaya membuang”, yang membuat kita berpikir bahwa kita entah bagaimana berbeda dari orang miskin dan rentan di tengah-tengah kita, tidak tersentuh oleh kelemahan mereka dan terpisah dari “mereka” dan masalah mereka.
Kitab Suci melihat hal-hal secara berbeda. Umur panjang suatu berkat, begitulah ajaran Alkitab dan orang lanjut usia bukanlah orang buangan yang harus dijauhi, melainkan tanda-tanda hidup dari kebaikan Tuhan yang menganugerahkan kehidupan yang berkelimpahan. “Berbahagialah rumah di mana orang yang lebih tua tinggal! Berbahagialah keluarga yang menghormati orang tua/lanjut usia! Marilah kita menghormati mereka, tidak menjauhkan diri dari mereka atau menjauhkan mereka dari kita. Semoga kita tidak pernah membiarkan orang lanjut usia disingkirkan!” ucap Pastor Petrus mengulangi pesan Paus.

Dengan adanya warsen menjadi tanda penghormatan terhadap orangtua dan umat kita yang lansia sehingga mereka semakin akrab, saling berkomunikasi dan menguatkan. Selain itu, kegiatan berpastoral terlaksana dengan menerima masukan dan program kerja dari pengurus koordinator warsen yang dipercaya. Saat ini warsen diparoki data umatnya dikumpulakan dari ketua-ketua rayon atau umat warsen mendaftarkan diri kepada pengurus warsen. Warsen saat ini membantu dalam kunjungan pastoral misalnya kunjungan ke rumah umat yang ada di rayon-rayon. Kunjungan bisa dua atau lima rumah umat sekaligus dalam satu waktu. Saat kunjungan ini, biasanya komunikasi para warsen kepada lansia lebih dekat dengan bahasa yang mereka sampaikan lebih dimengerti.

(P. Petrus Hardiyanto, SX.
Pastor Paroki St. Fransiskus Assisi Padang)/diolah dari wawancara/ben

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *