Senja itu, Romo Kebet duduk-duduk di serambi pastoran. Romo Kebet membolak-balik buku untuk mendapatkan inspirasi khotbahnya. Pandangannya tertuju pada satu halaman berisi kisah pendek berikut: Hiduplah seorang raja yang bijak. Raja ini senang keluar dari istana, blusukan ke pelosok negerinya. Sambil blusukan, raja itu mengamati karakter rakyatnya. Suatu hari, rajaLanjutkan Membaca

Romo Kebet membaca sebuah buku yang berisi kumpulan “kisbi” (Kisah Bijak). Pandangannya tertarik pada kisah berikut: Konon di sebuah padepokan, hiduplah orang Sufi. Ia sedang bersengketa dengan seorang pemilik penginapan. Pokok permasalahan adalah tapal batas tanah milik mereka berdua. Di saat Sufi itu mengajar para muridnya, datanglah pemilik penginapan ituLanjutkan Membaca

Romo Kebet bermaksud mendapatkan ide untuk homili. Dengan duduk santai di teras pastoran, Romo Kebet menjelajah dunia maya dengan handphone di tangannya. Romo Kebet membawa serta juga beberapa buku cerita kisah bijak. Buku itu dibolak-baliknya. Romo Kebet menemukan cerita pendek Buku 101 Cerita Bijak dari Korea Symphony of Life fromLanjutkan Membaca

Usai merayakan Ekaristi, Romo Kebet mendekati ruang kegiatan Bina Iman Anak (BIA). Ruangan itu ramai dengan anak-anak dan para pendampingnya. Melihat kedatangan Romo Kebet, pendamping BIA mempersilakannya masuk untuk berbicara kepada anak-anak. “Adik-adik, kita kedatangan Romo! Romo ini punya cerita lho. Maukan….kalian mendengarkan Romo bercerita?’ tanya Erlina – pendamping BIA.Lanjutkan Membaca

Romo Kebet rehat sejenak dari kesibukkannya di kantor. Diambilnya waktu untuk berjalan-jalan di lorong rumah sakit. Sejenak kemudian, handphone di tangannya berbunyi. Dihidupkannya salah satu benda kesayangan itu. Ternyata seorang temannya mengirimkan pesan berupa cerita pendek, percakapan antara seorang theofilus (orang yang percaya adanya Tuhan) dan agnostik (orang yang tidakLanjutkan Membaca

Romo Kebet sedang menyiapkan materi rekoleksi Orang Muda Katolik (OMK) parokinya. Ia belum mendapatkan inspirasi atau materi yang pas untuk masuk ke pemba­has­an tentang tema. Sambil duduk-duduk santai  di beranda pastoran, Romo Kebet membolak-balik buku kecil di tangannya.  Akhirnya, Romo Kebet menemukan kisah berikut: Seorang Begawan (guru spiritual) memiliki banyak cantrikLanjutkan Membaca

Usai Misa Paskah, Romo Kebet menyalami umat yang masih bercenkerama di halaman gereja. “Selamat Paskah, Romo,” sapa seorang Ibu. Romo Kebet membalas, “Wahh…… Bu Indah. Selamat Paskah.”“Bagaimana kabar keluarga? Di mana Ceril?” tanya Romo Kebet.“Puji Tuhan, kami semua sehat, Romo. Ceril di taman pastoran. Main bersama temannya,” sahut Pak HendraLanjutkan Membaca

(Refleksi Atas Pesan Paus untuk Hari Komsos 2022) Tajuk “Mendengarkan Dengan Telinga Hati” digaungkan Paus Fransiskus pada Hari Komunikasi Sedunia ke-56. Dalam era digital dan kondisi pandemi seperti sekarang ini, tentu saja tema ini sarat makna dan pesan yang sangat mendalam. Dalam pesannya, Bapa Suci mengungkapkan kenyataan bahwa kita sedangLanjutkan Membaca

Sabtu sore Romo Rebet mengisi waktu luangnya dengan melukis. Sadar akan kemampuan dirinya, lama sekali Romo Kebet menemukan ide perihal apa yang akan dilukisnya. Sete­lah menyiapkan peralatan seadanya, Romo Kebet mulai menggerakkan pensilnya. Romo Kebet melukis lukisan abstrak. Di saat sedang konsentrasi, datanglah seorang muda dan menyapanya. “Sedang ngapain, Romo?”Lanjutkan Membaca

ROMO KEBET asyik membaca-baca buku lama yang diambilnya dari lemari perpusatakaan mini pastoran. Romo Kebet menemukan kisah berikut….. Alkisah, ketika maestro seni lukis Leonardo Da Vinci melukis Perjamuan Malam Terakhir, tidak kesulitan menemukan orang yang dijadikannya model untuk melukis wajah Yesus. Da Vinci juga tidak merasa kesulitan menggambar wajah sebelasLanjutkan Membaca