“Beri aku 10 pemuda, niscaya akan ku guncangkan dunia”. Bagi kaum muda Indonesia, petikan kalimat ‘Bung Besar’ itu bukanlah suatu yang asing. Menurut “Bung Besar” tidak perlu menunggu bonus demografi untuk memberikan hal istimewa bagi bangsa dan negaranya. ‘Bung Besar’ hanya butuh pemuda-pemudi dengan pribadi unggul, memiliki kualitas dan visionerLanjutkan Membaca

Orang Katolik berusia 13-35 tahun dan belum menikah, dikategorikan Orang Muda Katolik (OMK) dulu Muda-mudi Katolik (Mudika). Apa kaitannya dengan bulan November, ada satu momen nasional Hari Pahlawan? Pada momen ini, OMK diharapkan dapat menyerap sari pati perayaan ini, yakni jiwa kepahlawanan, semangat rela berkorban. Pada masa lalu, kepahlawan seseorangLanjutkan Membaca

Masa depan Gereja terletak pada orang mudanya. Hal ini menggambarkan penting keberadaan kaum muda. Saat ini saja, Gereja sepi tanpa kehadiran orang muda. Maka perlu dan penting mendorong agar OMK aktoif, sehingga Gereja menjadi hidup. OMK butuh didampingi dan dibina, pelan-pelan diberi peran. Pengakuan ini diungkapkan Ketua Stasi St. AgathaLanjutkan Membaca

Era pandemi sangat memengaruhi dan juga turut membentuk mentalitas dan kebiasaan hidup kaum muda. Kaum muda saat ini sangat melek Teknologi Informasi (IT) dan sangat cepat mengadopsi budaya lain yang belum tentu sesuai dengan adat budaya bangsa Indonesia. Sesuai dengan keberadaannya, kaum muda sangat penting bagi Gereja dan bangsa. KaumLanjutkan Membaca

Sekarang, kalangan milenial (kaum muda) dituntut punya semangat patriot, cinta bangsa dan tanah air, bersikap toleran. Kaum milenial mesti terbuka dengan aneka latar belakang di negara ini dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika. Kaum milenial diharapkan punya daya juang tinggi, pantang menyerah, selalu berusaha meraih prestasi, belajar giat. Sebagai generasi penerus,Lanjutkan Membaca

Semangat kepahlawaanan bagi saya adalah semangat perjuangan dengan berprinsip pada nilai patriotisme dan nasionalisme demi keutuhan bangsa dan negara. Sebagai kaum muda yang aktif dalam organisasi massa (ormas) Pemuda Katolik (Komisariat Cabang) Padang, nilai-nilai ini yang juga dihidupinya dalam pergerakan. Tindakan konkret yang mencerminkan semangat, nilai, dan jiwa kepahlawanan masaLanjutkan Membaca

Peringatan Hari Pahlawan, 10 November menjadi momentum bagi kaum muda untuk “berefleksi”. Kaum muda diajak dan dibawa kembali mengingat dan merenungkan semangat kepahlawanan yang telah dihidupi dan dihidupkannya. Melihat situasi kekinian di Keuskupan Padang, kaum mudanya mulai menunjukkan perkembangan ke arah yang lebih baik. Usai masa pandemi Covid-19 ini, kaumLanjutkan Membaca

Orang muda ini kekuatan terbesar di dalam Gereja. Coba bayangkan, jika dalam satu keluarga itu ada tiga anak, maka OMK dalam keluarga itu lebih banyak dari orang tua. Mereka yang akan menjadi generasi di masa depan. Termasuk dalam Gereja. Kalau orang mudanya tidak kuat, Gereja akan lemah. Orang Muda iniLanjutkan Membaca

Sebagai Moderator (baru) PMKRI saya ada pertanyaan: “Siapa yang terlibat (anggota dan fungsionaris) PMKRI?” Adalah fakta, umat asli Padang tidak banyak yang berminat. Kebanyakan yang aktif di PMKRI perantau (dari luar Padang). Pro Ecclesia et Patria bukan hanya membela hak Gereja, tetapi juga menolong Gereja. Jangan asing di kandang sendiriLanjutkan Membaca

Setelah naskah akhir Sinode Keuskupan Padang diparaf Bapa Uskup Vitus Rubianto Solichin pada 13 Juni 2022, selanjutnya dikirim ke Konferensi Waligereja Indonesia (KWI). Narahubung Sinode Keuskupan Padang, P. Yakobus Ganda Jaya Nababan, Pr menuturkan pasca Sinode ditindaklanjuti dengan pastoral berkaitan dengan keluarga selama tiga tahun mendatang Tiga tahun mendatang, KeuskupanLanjutkan Membaca