“la membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan la memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir.” (Pengkhotbah 3: 11)   Saya terlahir dari keluarga Protestan. Saya anak kedua dari lima bersaudara. Dari kecil, orangtua kami mengajarkan untuk berdoa, mendengarLanjutkan Membaca

Perempuan berusia di atas 25 tahun dan masih lajang kerap mendapatkan pertanyaan mengenai status pernikah­annya. Meski pertanyaan tersebut muncul dan menimbulkan ketidaknyamanan bagi kebanyakan perempuan, namun sebenarnya menjadi wanita lajang bukanlah sesuatu yang menyeramkan. Sebagaimana dikutip dari Myfatpocket (2018), terdapat lima manfaat melajang. Satu, Bebas. Perempuan yang punya tipe senangLanjutkan Membaca

Dua puluh lima tahun silam, saat berusia 28 tahun, Theresia Yusniati Gea (53) memutuskan hidup mela­jang. Sebuah keputusan penting setelah per­tim­bangan matang. Meski demikian, bukan berarti, Yus, panggilannya, hanya berfokus atau sibuk mengurus dirinya sendiri. Hidup melajang mem­buat perempuan kelahiran Padang 27 Novem­ber 1968 ini menjadi ayah sekaligus ibu bagiLanjutkan Membaca

Puji Tuhan, syukur kepada Allah atas segala kemurahan dan kerahimanNya yang telah diberikan kepada keluarga kami, keluarga Michael Mustomo Solichin. Kami semua, terlebih mami Lidwina Dwiyani amat sangat berbahagia, bangga, penuh suka cita karena salah satu puteranya telah ditahbiskan menjadi uskup di Keuskupan Padang, Mgr. Vitus Rubianto Solichin, SX. PadaLanjutkan Membaca

Tatkala ditahbiskan sebagai seorang imam (7 Juli 1997), kami dari keluarga besar Michael Mustomo Solichin tidak pernah punya perasaan seolah-olah ada anggota keluarga yang ‘diambil’. Saat masuk Seminari Mertoyudan, adik Vitus memang jadi lebih jarang pulang ke rumah, namun ia selalu ada di dalam hati kami. Tidak pernah terbersit sekalipunLanjutkan Membaca

Namaku Magdalena Nurlia Manullang. Saat ini (2021), usiaku 25 tahun. Aku berdomisili di Paroki Santo Petrus Kota Batak, Riau, Keuskupan Padang. Aku anak kelima dari 6 bersaudara dari keluarga sederhana. Aku punya cita-cita yang tinggi. Jika ada yang bertanya, berseloroh kujawab, “Ingin menjadi Presiden!” Aku yakin dalam hidup ini tidakLanjutkan Membaca

Selama dua puluh tahun usia pernikahannya (2001-2021), pasangan Petrus Nyoto Triatmojo dan Nunung Kristayuni hanya mengalami ‘cemburu waktu’ karena membuat kebersamaan tidak maksimal, berkurang.  “Tidak cemburu karena wanita idaman lain (WIL) atau pria idaman lain (PIL), karena kami saling percaya. Saya pernah cemburu waktu, saat itu suami sedemikian aktif dalamLanjutkan Membaca

Kelahiran dan kematian bagian dari misteri kehidupan. Begitupun dengan jodoh atau pasangan hidup. Tiada yang dapat memastikan suami atau istri seseorang. Ada yang beranggapan,  jodoh dianggap takdir,  walaupun  ada perjodohan atau diatur  “mak comblang”.Lanjutkan Membaca

“Sudahlah jangan banyak bertanya!”,  ” Cerewet amatlah kau!”   Tanpa disadari orangtua sering mengatakan  dua kalimat tersebut kepada anak-anaknya.  Masih banyak kalimat lain yang senada dan dianggap sebagai hal biasa.  Tetapi sesungguhnya,  kalimat tersebut menjadi “pembunuh” kreativitas anak.Lanjutkan Membaca

Tentu ada kekhawatiran atas pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid 19), walau sekarang dalam era New Normal. Kekhawatiran tersebut beralasan, karena hingga kini belum ada vaksin atau obatnya. Atas keadaan ini, langkah pencegahan diri sendiri dan keluarga, saya selalu ingatkan agar selalu memakai masker dan selalu menyediakan hand sanitizer saatLanjutkan Membaca