Sebagai bidan, Yustina Senti Nadeak (62) sadar, dirinya hanya alat Tuhan. Oleh se­bab itu, setiap menolong persalin­an dirinya selalu meminta pertolong­an-Nya. “Tuhan, tolonglah hamba-Mu ini! Jadikanlah tangan ini sebagai alat-Mu untuk menolong sesama. Itulah doa saya.” katanya. Ibu dua anak lelaki ini – semua­nya dokter ini telah empat windu (32Lanjutkan Membaca

Regenerasi mesti terjadi di dalam Gereja. Itulah prinsip sesepuh umat di Paroki St. Yosef Duri, Riau, Agustinus Naryoto, 60 tahun. “Saya pilih mundur teratur, menyerahkan kepada yang muda. Saya aktif mengereja sejak kecil. Ayah saya dulu koster gereja Paroki Airmolek. Saya sering ikut mempersiapkan keperluan di gereja,” kenangnya. Waktu bersekolahLanjutkan Membaca

“Sejak menikah, 8 Januari 2000, saya terus aktif menggereja. Mulai dari lingkungan saya berdomisili. Kalau ada pertemuan kring, pasti kami ikut. Apalagi pada tahun 2005, suami menjadi pengurus kring. Berhubung suami lebih banyak di luar kota, saya kerap ‘menggantikan’ perannya bila ada kegiatan kring,” ungkap Lenny Marlina Simanjuntak (42). SebelumLanjutkan Membaca

Kerinduannya aktif menggereja membuat Thedeus Hulu (31) tidak bisa berdiam diri. Thedeus tahun ini terlibat dalam kepanitiaan HUT ke-62 Paroki St. Fransiskus Assisi Padang, Tim Seksi Kepemudaan Paroki, dan Kelompok Paduan Suara Dewasa Campuran (PSDC). Ayah satu orang anak ini aktif sejak berstatus Orang Muda Katolik (OMK) di Seksi KepemudaanLanjutkan Membaca

Melihat warga masyarakatnya tidak bersekolah dan putus sekolah Janokerei Sagoroujou, S.IP. (32) tergerak hatinya untuk menolong. Jano panggilan akrabnya mendirikan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) “Manai Obuk”. “Karena faktor ekonomi yang terbatas membuat warga masyarakat di sini tidak bersekolah. Dulu hanya sedikit warga yang tamat SD hingga SMA.” katanya. PadaLanjutkan Membaca

Sebagai ketua rayon, Berliana Nababan (59) bergembira bila banyak warga hadir pada pertemuan. Namun ia pri­hatin, karena ada beberapa warga yang belum terbuka hatinya, tidak pernah hadir dalam ke­giatan rayon. “Saya tak kunjung lelah berupa­ya mengajaknya,” katanya. Istri B.P. Siregar, SH (66) ini telah dua periode sebagai ketua rayon SantoLanjutkan Membaca

Banyak kisah dan pengalaman yang bisa diceritakan Antonius Tri Wiratno, S.Pd. (54) selama 28 tahun sebagai “Pahlawan Tanpa Tanda Jasa”. Pak Tri adalah Guru Katolik Aparatur Sipil Negara (ASN) – dulu Pegawai Negeri Sipil (PNS) SDN 16 Batang Anai, Kab. Padangpariaman. Warga Stasi Santo Ambrosius Tabing Paroki Santo Fransiskus AssisiLanjutkan Membaca

Selesai masa bakti kepengurusan bukan berarti ‘bebas tugas’. Itulah dialami Antonius Sukamto (46). Lelaki kelahiran Pasaman Barat 13 Juli 1976 yang akrab dipanggil ‘Mas Kamto’ ini diminta warga dua rayon sebagai pen­damping rayon. Kini peng­gemar musik ini men­dam­pingi Rayon XI dan Rayon II di Paroki St. Petrus Claver Bukittinggi. SuamiLanjutkan Membaca

“Saya menjadi orang egois bila hanya memperhatikan keluarga sendiri. Saat lajang, saya dibina oleh orang yang juga berkeluarga. Mereka punya tanggungan keluarga, tetapi masih mau membina kami (remaja dan orang muda),” ucap pendamping Bina Iman Remaja dan Orang Muda Katolik (BIR-OMK) Stasi St. Petrus, Saliguma, Paroki St. Damian – SaibiLanjutkan Membaca

Umat Paroki Keluarga Kudus Pasaman Barat, terutama  kalangan senior atau sepuh tentu ingat suka dan duka pembangunan Gereja Stasi Santa Maria Kinali. Pembangunan gereja ini meng­gores­kan sejumlah kenangan, lara dan heroik pada masa itu.  Beberapa tokoh umat paroki dan keuskupan mesti rela “menginap gratis” di Lubuk Sikaping. Herry Sugito Hb,Lanjutkan Membaca