Sebastianus Happy Subagio (48) memilih aktif mengereja sebagai bentuk panggilan dalam dirinya sendiri. Saat ini, ia menjabat Anggota Dewan Keuangan Paroki St. Paulus Pekanbaru sebagai Pengelolaan Aset (2023-2028). Sebenarnya ia merasa hanya umat biasa yang tak pernah mengajukan diri sebagai pelayan menggereja. Hal ini bermula pada tahun 2020. Pada saatLanjutkan Membaca

“Waktu yang diberikan Tuhan kepada saya itu adalah kesempatan untuk melayani. Selagi saya sehat, saya akan pergunakan kesempatan ini untuk melayani Tuhan,” ucap Melianis (54), umat rayon St. Yachinta Stasi Kristus Bangkit Pasar Usang Paroki St. Fransiskus Assisi Padangbaru. Pada awalnya, Meli memeluk Kristen Protestan dan menjadi menjadi Katolik sejakLanjutkan Membaca

Pelayanan menggereja merupakan panggilan dalam diri sendiri dan menggunakan talenta yang diberi Tuhan untuk memuji dan memuliakan namaNya, selagi ada kesempatan. Itulah yang dirasakan Ketua Stasi St. Monika Mejuah-juah Paroki Santo Paulus Pekanbaru dua periode (2017-2023), Santra Barus (52). Suami Christina Br. Ginting (30) ini pernah dipercaya sebagai Seksi KatekeseLanjutkan Membaca

Ketua Stasi St. Agustinus Pancuran Gading Paroki St. Paulus Pekanbaru tiga periode (2014-2023), Johanes Untung Manurung (51) bersyukur kepada Tuhan, karena hingga ini diberikan rezeki dan kesehatan lewat keterlibatan menggereja. Selain itu, ia mengaku memperoleh berkat dan kebahagiaan tersendiri. Suami Dienhai Butarbutar (47) memilih pelayanan di gereja karena menyadari sebagaiLanjutkan Membaca

Karolus Alexander Wasek, ST. (49) mengaku senang melaksanakan pelayanan dalam Gereja apalagi mendapat dukungan dari umat. Dirinya aktif menggereja sejak tahun 2008, dari Pulau Jawa dan menetap di Paroki Baganbatu, Riau. Ia terpilih sebagai Bendahara Dewan Pastoral Paroki (DPP) Paroki Santa Maria Ratu Rosario Baganbatu (2008-2011), Sekretaris DPP (2014-2017), KetuaLanjutkan Membaca

Marudut Relygius Siahaan (56) terpilih sebagai Ketua Stasi St. Paulus Baganbatu, Paroki Santa Maria Ratu Rosario Baganbatu dua periode (2019-2025). Ia mengikuti jejak ayahnya yang menjadi ketua stasi di daerah Porsea – Toba (Sumatera Utara) lima periode. Itulah yang memotivasi hidup kekatolikannya. Saat tamat SMA Negeri 1 Porsea (1986), RelygiusLanjutkan Membaca

Ir. Alber Krisdiarto, M.Si (59) mengaku hanya orang biasa dan merasa belum banyak melakukan aktivitas pelayanan dalam Gereja. Ia pun heran dipercaya sebagai prodiakon di Paroki St. Fransiskus Assisi Padang sejak tahun 2015 hingga kini. Saat itu, Pastor Paroki P. Guido Paolucci, SX beberapa kali meminta kesediaannya. Akhirnya, luluh jugaLanjutkan Membaca

Dominikus Saleleubaja S.Pd.,MM. (48) mendapat kepuasan batin mengereja. Ia merasa kekosongan batin jika tidak terlibat dalam aktivitas kegerejaan. Ia menggangap aktivitas mengereja sebagai rasa syukur pada Tuhan. Sejak kecil dirinya aktif sebagai misdinar, tatkala masih murid SD Santa Maria Muara Siberut (1987) hingga pelajar SMP Negeri 1 Muara Siberut (1990).Lanjutkan Membaca

Drs.Vincesius Limbong (57) merasa senang dapat mengembangkan talenta yang diberikan Tuhan.  Ketua Wilayah Santo Paulinus Jondul Paroki Santa Maria Bunda Yesus Padang (2022-2025) ini berucap, “Walaupun sedikit, kita kembalikan kepada Tuhan lewat pelayanan di Gereja dan sesama. Saya yakini ketika kita memberi sesuatu yang baik, pastilah beroleh upah dari Tuhan,Lanjutkan Membaca

Aldenius Stepanus Sidabutar (63) mengaku hanyalah ‘orang kecil’ dan kurang berpendidikan. Ia merasa tidak layak mendapat kepercayaan dalam aktivitas kegerejaan. Meski demikian, dirinya senang dan bahagia tatkala dipercaya sebagai Prodiakon Paroki Katedral St. Theresia dari Kanak-Kanak Yesus Padang. Dirinya aktif mengereja sejak tahun 1989, sebagai Ketua Rayon Salib Kudus ParokiLanjutkan Membaca