Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) PERAYAAN Ekaristi menjadi tempat pertama dan puncak dalam perayaan hidup umat beriman. Dalam Ekaristi ini seluruh umat beriman, baik yang tua maupun yang muda serta anak-anak, berpartisipasi secara aktif dan menemukan makna hidupnya. Kerinduan umat akan Ekaristi ini sangat dirasakan selama masa pandemi Covid-19, yakni ketikaLanjutkan Membaca

Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) PENGANTAR Dengan penuh suka cita Konferensi Wali Gereja Indonesia menyambut Sinode para uskup dengan membentuk team sinode nasional yang mengumpulkan, menerjemahkan dan mendistribusikan dokumen-dokumen yang diterbitkan Sekretariat Sinode Vatikan kepada para Sekretaris dan Narahubung Keuskupan. Pada 28 September 2021, seluruh dokumen dikirim kepada para narahubung diLanjutkan Membaca

Di era globalisasi dan digitalisasi saat ini, hampir semua orang di seluruh dunia semakin mudah berkomunikasi. Itu berkat adanya internet. Untuk sampai seperti saat ada proses panjang dalam sejarah dunia. Di mulai pada akhir abad ke-18, Claude Chappe meresmikan jaringan stasiun semafor visual di seluruh Prancis. Datanglah revolusi kelistrikan. DilakukanLanjutkan Membaca

Saudara dan Saudari terkasih, Tahun lalu, kita merenungkan perlunya “Datang dan Melihat” untuk memahami kenyataan dan dapat menceritakannya kembali, mulai dengan mengalami peristiwa-peristiwa dan bertemu orang-orang. Sejalan dengan permenungan itu, sekarang saya ingin menarik perhatian pada kata lain: “mendengarkan”, yang menentukan dalam tata bahasa komunikasi dan merupakan sebuah kondisi untukLanjutkan Membaca

CINTA KASIH KRISTUS YANG MENGGERAKKAN PERSAUDARAAN (bdk. 1 Ptr. 1:22) “Karena kamu telah menyucikan dirimu oleh ketaatan karena kebenaran, sehingga kamu dapat mengamalkan kasih persaudaraan yang tulus ikhlas, hendaklah dapat saling mengasihi dengan segenap hatimu.“   Saudari-saudara terkasih, Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia dan Konferensi Wali Gereja Indonesia menyampaikan salam NatalLanjutkan Membaca

Entah mengapa, saya (Karmila Berisigep) suka dengan Stefanus Sama Harefa (suami saya)? Sebelumnya saya tidak mengenalnya, apalagi latar belakang­nya. Saya kenal dirinya lewat teman kakak perempuan saya. Saat itu, saya pulang ke Sika­kap, Mentawai, setelah beberapa waktu bekerja di Kota Padang. Sembari menunggu lowongan pekerjaan, saya bantu-bantu kakak. Kala itu,Lanjutkan Membaca

Perdebatan dan polemik “jilbab di sekolah” tampaknya belum akan berakhir. Walikota Paria­man Genius Umar yang terang-terangan menolak SKB Tiga Menteri tentang aturan seragam sekolah mendapatkan teguran lisan dari Direktur Jenderal Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri.Lanjutkan Membaca

Merasa sudah ada suasana sudah berubah, Mewa’a Sihura , 48 tahun menyuruh anaknya yang bersekolah di SDN 39 Mata Air Barat, Padang Selatan ke sekolah tidak memakai jilbab. Di sekolah dasar ini ada 30 peserta didik nonmuslim. Dua anaknya, yang besar 10 tahun (kelas VI), adiknya 7 tahun kelas IIILanjutkan Membaca

Spontan dan tanpa banyak pertimbangan, Magdalena Vivi Sagulu (23) menerima permintaan ketua stasi (baja’ Gereja) Kristus Rimata-Bojakan, Paroki St. Maria Auxilium Christianorum-Sikabaluan, Mentawai untuk menjadi pendamping kelompok Bina Iman Anak (BIA) di stasinya.  “Walau nol pengalaman, saya yakin bisa menjadi pendamping anak-anak dan akan mendapatkan pengalaman baru. Ternyata mengurus banyakLanjutkan Membaca

Dionisius Frans Sidabutar (16) ingin ‘mematahkan’ anggapan miring seolah-olah olah raga pencak silat hanya “milik” penganut agama tertentu. Saat kelas VII SMP Xaverius Bukittinggi, ia mengajak beberapa temannya yang Katolik mengikuti olah raga ini dalam Perguruan Pencak Silat (PPS) Ganggang Sapadi, Bukittinggi. Ia tertarik,  karena cabang olah raga ini salahLanjutkan Membaca