Orangtua mana pun tentulah sangat menginginkan, mendambakan anak dan remajanya bisa bertumbuh kembang dengan baik. Maka, perlu usaha maksimal agar keinginan dan dambaan tersebut tercapai, terutama dalam kerangka pembentukan karakter dan pola pikir anak-remaja. Salah satunya adalah memberikan pendidikan (edukasi) mengenai seks sejak masa kecil kepada anak. Tujuannya, tentu sajaLanjutkan Membaca

Kini, mahasiswa Strata Satu dan Diploma Empat (S1 dan D4) tidak lagi wajib mengerjakan skripsi sebagai syarat kelulusan. Hal itu sesuai aturan terbaru dalam Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Permendikbudristek) No 53 Tahun 2023, tentang Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi. Apa tanggapan kampus dan mahasiswa? Kepada GEMA, Ketua SekolahLanjutkan Membaca

Ada kalanya hidup ini diwarnai dengan kesedihan, tak melulu kebahagiaan dan tawa. Perasaan sedih ini muncul karena ada reaksi emosional terhadap suatu hal yang tidak berjalan semestinya atau tidak sesuai dengan harapan. Dalam kehidupan ini, seseorang mendambakan hidup bahagia dan penuh kegembiraan. Hanya saja, kehidupan tidaklah selalu manis. Adakalanya, kepahitan,Lanjutkan Membaca

Berdasarkan penelusuran dari laman resmi Kemdikbud RI, Kurikulum Merdeka Belajar (KMB) adalah kurikulum dengan pembelajaran intrakurikuler beragam disertai konten yang lebih optimal. Peserta didik punya cukup waktu untuk mendalami konsep serta menguatkan kompetensi. Guru juga lebih leluasa memilih berbagai perangkat ajar sesuai dengan kebutuhan belajar dan minat siswa. Tiga keunggulan KMB.Lanjutkan Membaca

Dunia pendidikan terus mendapat perhatian yang lebih dari pemerintah Indonesia, apalagi dengan lahirnya Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor 63 Tahun 2014 tentang Pendidikan Kepramukaan, sebagai Kegiatan Ekstrakurikuler Wajib pada Pendidikan Dasar dan Menengah. Mulai berlaku pada Juli 2014. Ekstrakurikuler (ekskul) merupakan kegiatan tambahan yang dilaksanakan di luar jamLanjutkan Membaca

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemdikbudristek) melakukan ‘penyesuaian’ Kurikulum Merdeka Belajar. Langkah ini diambil setelah tes membaca, menulis, dan menghitung (calistung) dihapus dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB) jenjang Sekolah Dasar (SD) atau atau Madrasah Ibtidaiyah (MI).  Hal tersebut disampaikan Direktur Sekolah Dasar Kemdikbudristek Muhammad Hasbi, Kamis (30/3). Ditambahkannya, “Kini,Lanjutkan Membaca

Sebenarnya, setamat SMA, kalau ada rezeki, saya berniat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi di Padang. Kuliah. Hanya saja, kalau tidak ada peluang untuk itu, saya terpaksa ‘nganggur’ terlebih dulu dan bekerja. Tetapi, lowongan pekerjaan di sini, Siberut Selatan, sangat terbatas bahkan boleh dibilang nyaris tidak ada. Setahun silam, saat masihLanjutkan Membaca

Setelah lulus kelas XII SMA/SMK, suasana kegembiraan luar biasa (euphoria) mungkin masih terasa. Namun, tidak bisa berlama-lama. Mengapa? Pelajar – yang sebentar lagi berstatus alumni – memasukki masa kebingungan: mau ke mana setelah tamat? Saat masih bersekolah, hal ini mungkin belum terpikirkan dengan jelas, sebab masih fokus belajar materi-materi pelajaran diLanjutkan Membaca

Persekolahan yang dikelola Yayasan Pendidikan Marsudirini – yang berpusat di Semarang (Jawa Tengah) – telah hadir sebelum Perawang ‘berstatus’ paroki pada September 2013. Sebelumnya Perawang merupakan salah satu stasi Paroki St. Paulus Pekanbaru. Kehadiran persekolahan ini berkaitan dengan permintaan sejumlah tokoh umat dan masyarakat Perawang yang membutuhkan pelayanan di bidangLanjutkan Membaca

Program Merdeka Belajar menjadi suatu kebijakan yang dianggap transformatif di dunia pendidikan. Perubahan ini bukan berarti tanpa kendala dalam pelaksanaannya. Kendalanya antara lain: Tidak Memiliki Pengalaman Pengalaman personal guru terkait kemer­dekaan belajar masih minim. Telah banyak program pemerintah yang bertujuan mempromosikan perubahan paradig­ma dari pembelajaran berpusat pada guru menjadi berpusatLanjutkan Membaca