Sejumlah pastor, biarawan-biarawati,  dan umat beriman awam diundang datang oleh Administrator Diosesan untuk berdoa di gereja Katedral Padang. Selesai Ibadat Sore (Vesper) pada hari Sabtu, 3 Juli 2021, pukul 17.00 WIB itu, Administrator Diosesan membacakan surat dari Nunsius Apostolik, Uskup Agung Piero Pioppo, N.2377/2021 tertanggal 3 Juli 2021, bahwa PausLanjutkan Membaca

Siapa  Uskup  baru  Keuskupan Padang? Pastor  Dr. Vitus Rubianto Solichin, SX. Uskup baru ini cucu dari Upasaka-Romo Pandita Buddha Bapa Suci Paus Fransiskus, Sabtu, 3 Juli 2021 telah mengangkat uskup baru untuk Keuskupan Padang. Pengumuman atas pengangkatan itu dilakukan Administrator Diosesan Keuskupan Padang P.Alex Irwan Suwandi,Pr. dengan membacakan surat  NunsiusLanjutkan Membaca

Saya mengartikan nasionalisme adalah mencintai tanah air Indonesia secara utuh, baik secara pikiran maupun tindakan. Meski spiritnya sama, beda generasi dan zaman berbeda pula dalam mewujudkan rasa nasionalisme tersebut. Pada zaman pra-kemerdekaan, nasionalisme diwujudkan dengan memanggul senjata ke medan perang melawan kaum kolonial. Beda generasi terdahulu dengan yang sekarang. Kini, Lanjutkan Membaca

Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dan Tentara Nasional Indonesia (TNI)  tidak perlu diragukan lagi sebagai penjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia/NKRI.  Persatuan dan kesatuan  NKRI  adalah harga mati.  Institusi Polri dan TNI  akan bekerja sama dan selalu bersinergi untuk  menjaga kedaulatan dan kesatuan negara tercinta ini. Terlebih lagi di zaman sekarang ini,Lanjutkan Membaca

Nasionalisme atau cinta tanah air dan bangsa selalu menjadi ‘refleksi’ pada momen 17 Agustusan. Ada suara-suara bernada miring seakan nasionalisme warga negara masa kini meluntur ketimbang generasi sebelumnya. Suara miring tersebut menguatkan alasannya dengan sejumlah ‘fenomena’ dewasa ini berupa gerakan radikalisme, intoleransi, separatisme atau pemisahan diri, diagung-agungkannya ideologi lain selainLanjutkan Membaca

Nasionalisme bagi saya adalah rasa jiwa kebangsaan, terutama dalam konteks kehidupan berbangsa dan bernegara, karena terdapat beragam suku/etnis, agama/kepercayaan, dan bahasa di Indonesia. Dari sejarah, kita tahu, semua komponen/unsur rakyat yang sangat majemuk tersebut mempunyai satu tujuan: Indonesia merdeka! Negara ini dibangun tidak hanya oleh kelompok/kalangan tertentu saja dan melintasiLanjutkan Membaca

Dewasa ini, situasi kondisi kehidupan berbangsa dan bernegara diwarnai oleh tergerusnya rasa nasionalisme di tengah masyarakat. Akibatnya, integritas dan moral masyarakat menurun di kalangan tertentu. Dalam kondisi seperti ini, mudah masuk sentimen agama dan berbagai paham aliran keras yang mempunyai tujuan mengganti Pancasila sebagai dasar negara. Kalangan ini selalu memanfaatkanLanjutkan Membaca

Gerakan reformasi 1998, tujuan jelas yakni menurunkan pemimpin Orde Baru yang otoriter. Memasuki dekade 2004-2014 terjadi hal yang keprihatinan di negeri ini. Pada periode ini ada ideologi baru – khilafah rentan menyusupi kalangan muda. Atas nama demokrasi, pembawa ideologi baru menyusupi kalangan muda untuk mengritik kebijakan pemerintahan. Kesannya, asal kritik.Lanjutkan Membaca

Situasi-kondisi bangsa dan negara Indonesia lima tahun terakhir diduga berhubungan erat dengan kebijakan ‘zero enemy’ (atau tiada musuh, semua sahabat)  pemerintahan presiden terdahulu, Susilo Bambang Yudhoyono (2004-2014). Dengan kebijakan tersebut semua pihak, baik kawan maupun lawan dirangkul semua oleh SBY.  Bagi kelompok pro khilafah, periode ini merupakan waktu berkembang biakLanjutkan Membaca

Bagi umat Katolik mencintai  tanah air atau nasionalisme ada dasar biblisnya (Alkitabiahnya). “ …berikanlah kepada kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah.” (bdk. Mat. 22:21). Nats lain  yang mempertegas agar ada tindakan nyata, tidak sekedar berbicara adalah:  “ …imanLanjutkan Membaca